Sudahkah Anda Makan Sinonggi?

Foto: siskanurifah.wordpress.com



Makanan khas suku Tolaki yang satu ini sungguh istimewa dan unik. Terbuat dari sari pati sagu yang diolah dengan air panas membuatnya terlihat sederhana namun tak semua orang dapat membuatnya. Dibutuhkan latihan dan keterampilan khusus untuk membuat makanan khas yang satu ini. Bila tak terampil maka sagu dan air tak bisa menjadi Sinonggi.

Di Indonesia, suku Tolaki bukanlah satu-satunya pemilik makanan tersebut. Di Sulawesi Selatan, Maluku, Papua dan beberapa daerah lain juga terdapat makanan seperti songgi. Namun, dari penamaan dan cara penyajian kita bisa melihat letak perbedaan. Di Sulawesi Selatan/Palopo dinamakan papeda, sementara di Maluku/Ambon/Papua dinamakan kapurung.

Ada sebuah mitos di tanah Tolaki yang mengisahkan bahwa pohon sagu tumbuh dengan sendirinya di perkampungan Kuko Hulu di area Sungai Konaweeha yang saat ini bernama Latoma Tua. Perkampungan tersebut dinamakan Sowurere, suatu perkampungan yang ditumbuhi ribuan pohon sagu. Lokasinya persis di dekat Tongauna, Kecamatan Ulu Iwoi, Kabupaten Kolaka.

Kini, di Sulawesi Tenggara khususnya di Kota Kendari telah banyak warung yang menyediakan makanan khas ini sebagai menu utamanya. Karena bahan sagu yang murah dan di Kendari harga ikan juga murah, jadi tak perlu khawatir dengan harga. Dijamin akan bersahabat buat kantong Anda.

Bila sedang mencicipi makanan ini, maka proses mencicipi tersebut dikatakan mosonggi atau mosolori. Saat ini sinonggi telah menjadi makanan pokok kedua setelah nasi. Bila sehabis memakan sinonggi, Anda harus bersiap-siap keluar masuk toilet untuk membuang air kecil. Karena songgi memiliki kadar air yang sangat tinggi. Tapi jangan khawatir, songgi adalah makanan yang layak menginternasional karena memiliki protein yang tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian litbang deptan, Sagu memiliki kandungan karbohidrat sekitar 85,6%, serat 5% dan untuk 100 gr sagu kering setara dengan 355 kalori. Selain mengandung karbohidrat juga mengandung polimer alami semacam zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia untuk memperlambat peningkatan kadar glukosa dalam darah sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus. Serat pada sagu juga mengandung zat yang berfungsi sebagai probiotik, meningkatkan kekebalan tubuh, serta mengurangi resiko terkena kanker usus dan paru-paru.

Cara Membuat dan Menyicip

Sediakan baskom, Posonggi/o songgi (alat yang terbuat dari bambu halus yang kini lebih sering diganti dengan sumpit), air panas yang sedang mendidih, piring, sagu yang telah terendam minimal 1 hari, lauk pauk seperti sayur, ikan, sambel.

Setelah bahan tersedia, tiriskan/buang air sagu yang telah direndam sehari lalu didihkan air. Setelah air mendidih dan panas, tuangkan kedalam baskom yang berisi sagu. Secara bersamaan, sembari siram perlahan, kocok dan putarlah hingga air dan sagu menyatuh dan merata hingga nampak seperti lem.

Sagu telah menjadi sinonggi. Kini, tuangkan sayur dalam piring beserta ikan dan sambel lalu gunakan posonggi untuk mengangkut sinonggi kedalam piring. Setelah itu selamat mosolori/mosonggi.






Berikut video cara membuat dan menyajikan Sinonggi yang kami ambil dari liputan VIVAnews



#SULTRAKuliner
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

1 komentar :

  1. bisa di coba ini.. mantap
    Kelezatan Coto Makassar VS Kenikmatan Sinonggi, Pilih Mana?
    http://zonangopi.blogspot.com/2016/01/kelezatan-coto-makassar-vs-kenikmatan.html

    BalasHapus