HIMAIKA FPIK UHO dan HIMITEKINDO Peringati Hari Nelayan Indonesia


SULTRANESIA, KENDARI - Dalam rangka memperingati Hari Nelayan Indonesia yang jatuh pada tanggal 6 April, Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (HIMAIKA) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo (FPIK UHO) dan Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO) menggelar acara doa bersama yang dilanjutkan dengan kunjungan silaturahmi ke kelompok nelayan di Pelabuhan Perikanan Kota Kendari. “Kami, Keluarga Besar Mahasiswa Ilmu Kelautan FPIK UHO dan HIMITEKINDO berharap hasil tangkapan para nelayan Indonesia bisa meningkat, bukan hanya dari sisi produksi tapi juga dari sisi nilai sehingga diharapkan kesejahteraan masyarakat nelayan bisa meningkat”, ujar Sofry Bolqiah, Ketua HIMAIKA FPIK UHO.

Dalam kunjungan silaturahmi kepada masyarakat nelayan di sekitar Pelabuhan Perikanan Kota Kendari, kelompok mahasiswa ini melakukan aksi damai, menyampaikan aspirasi dan mengharapkan adanya dukungan pemerintah terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan. Aksi damai tersebut berupa orasi aspiratif, pembagian selebaran kepada masyarakat Kota Kendari berisi harapan terhadap peningkatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang bisa menyentuh kebutuhan mendasar kelompok nelayan, khususnya nelayan tradisional. Aksi damai tersebut ditutup dengan diskusi bersama kelompok nelayan.

Amadhan Takwir, salah seorang Dosen Program Studi Ilmu Kelautan FPIK UHO mengatakan bahwa sesungguhnya kemiskinan masyarakat nelayan merupakan kemiskinan yang ‘terberi’, yakni buah dari kemiskinan struktural, bukan berarti bahwa nelayan miskin karena menganut budaya malas, tapi karena sistem dan struktur sosial tidak mampu menyediakan kesempatan yang besar bagi nelayan untuk berusaha secara mandiri. “Dibutuhkan political will negara ini dalam rangka membangun sektor kelautan dan perikanan dari hulu hingga hilir, terintegrasi dan bukan parsial, orientasi pembangunan Indonesia hendaknya ke laut, pembangunan bervisi maritim”, sambungnya.

Gerakan pengentasan kemiskinan khususnya masyarakat pesisir adalah tanggung jawab bersama, gerakan kemahasiswaan yang didukung dengan gerakan sipil dan kaum profesional diharapkan bisa menyentuh hati para pengambil kebijakan negara ini sehingga bisa membangkitkan semangat untuk hidup yang lebih baik. “Kita tidak perlu menunggu sampai kapan nelayan kita digolongkan sebagai masyarakat kelas bawah, apabila kita semua mau berpikir dan peduli akan nasib mereka”, ujar Sofry Bolqiah.
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar