Tips Membesarkan Pelaku Industri Kreatif di Sultra

Dorong mereka hingga ke puncak tertinggi
Ada banyak pelaku industri kreatif di Sulawesi Tenggara. Karya merekapun tak kalah kualitasnya dengan daerah-daerah lain, walau dengan segala keterbatasan. Namun, apakah mereka yang berkarya sudah mendapat apresiasi, perhatian maupun supporting dari kita semua? Pertanyaan sederhana ini menarik perhatian mimin untuk berbagi tips bagaimana cara membesarkan mereka yang berani berkarya. Harapannya adalah, kedepan, ada banyak nama lokal yang muncul dimata nasional bahkan internasional.

Secara geografis, Sulawesi Tenggara agak jauh dari ibu kota. Jakarta sebagai ibu kota negara adalah pusat dari seluruh kantor media nasional; baik cetak maupun eletronik. Mengapa media nasional malas memberitakan kejadian di luar pulau jawa, salah satunya adalah pengaruh jarak. Jarak mengeluarkan cost yang tidak sedikit. 

Contoh sederhana adalah misalkan kita punya Arham Kendari yang secara kualitas tak kalah dengan Raditya Dika. Banyak dari kelebihan Arham yang tak bisa dilakukan oleh Radit. Namun, karena tempat tinggal Radit dekat dengan camera TV maupun wartawan media nasional, maka ia lebih gampang dan sering disorot daripada Om Arham.

Mari kita kurangi bobot mengeluh karena kurangnya pemberitaan tentang provinsi tercinta ini. Saatnya kita kompak untuk memanfaatkan socmed dalam mempublikasikan orang-orang yang berkarya agar bisa menasional. Jangan tinggal diam.

Secara khusus, mengapa postingan ini mengambil tema Pelaku Industri Kreatif, karena rata-rata orang kreatif yang berkarya termasuk dalam golongan Industri Kreatif. Di Indonesia sendiri, ada 15 golongan profesi atau bidang dalam ekonomi kreatif. Diantaranya adalah Periklanan, Arsitektur, Pasar Barang Seni, Kerajinan, Desain, Fesyen, Video, Film dan Fotografi, Permainan Interaktif, Musik, Seni Pertunjukan, Penerbitan dan Percetakan, Layanan Komputer dan Piranti Lunak, Televisi dan Radio, Riset dan Pengembangan, Kuliner. Karya kekaryaan telah terwakili dalam kata Industri/Ekonomi Kreatif.

Mari kita langsung dari inti postingan ini.

Tips Membesarkan Pelaku Industri Kreatif di Sultra:

1. Lihat orang yang karyanya potensial dan dukung mereka semampu anda. Misalkan mimin yang bisanya hanya promote lewat socmed: Twitter, Fan Page, Website yah bila ada yang punya karya dan membutuhkan bantuan publikasi maka secara sukarela dan gratis mimin akan bantu. Jangan pernah membantu orang diluar kemampuan anda juga.

2. Biasanya, mereka itu tergolong indie. Jadi, agar mereka bisa survive sembari berkarya, maka yang dilakukan adalah membuat usaha kreatif. Seperti penjualan merchandise dan lain-lain. Bantu mereka dengan membeli produknya.

3. Bila mereka perform atau melakukan pameran, datanglah di acara tersebut. Karena apresiasi dari anda adalah suplemen semangat bagi mereka untuk terus berbuat. Bila event tersebut memakai HTM/tiket, belilah. Jangan pernah pelit dengan hal-hal yang bermanfaat.

4. Jadilah analis dadakan yang memiliki landasan. Maksudnya, karena porsi waktu mereka banyak dihabiskan untuk mencari inspirasi dan berkarya, jadi mereka itu tak punya waktu dan tak memiliki dana untuk menyewa tim khusus dalam mengetahui keunggulan pesaing. Jadi, cari referensi dan c0ba membandingkan karya anak lokal dengan yang lain lalu lihat kekurangannya dan sampaikan masukan, kritik dan saran.

5. Hargai mereka. Jangan karena karya mereka kurang baik (kasarannya jelek) terus diketawakan. Ingat, suatu karya tak akan mungkin bisa langsung mempesona. Karya yang mempesona musti melalui tahapan-tahapan. Mungkin saja karya yang jelek itu setelah melalui proses akan mempesona. Ketika mencemooh suatu karya, sama halnya dengan membunuh bibit karya yang akan mempersona. Disitulah juga pentingnya poin ke 4.

6. Jangan pernah menambah jumlah pencemooh di bumi anoa ini. Caranya? Jadilah orang yang proaktif dan peka terhadap segala hal. Kalau perlu anda masuk dalam golongan yang berkarya. Bila memilih jadi penonton, jadilah penonton yang baik dengan mensupport mereka yang berkarya.

Demikian tips sederhana dari mimin. Semoga dari hal sederhana kita mendaptkan hal yang istimewa dan mempesona Indonesia.

Btw, sultranesia termasuk dalam kategori industri kreatif juga lho. Dukung mimin juga yah dengan cara mengunjungi tiap hari media ini, follow twitter @sultranesia dan like fan page ini https://www.facebook.com/Sultranesia serta sesekali membeli produk mimin. Hahaha ujung-ujungnya keren toh? :p

Upss. Sebelum berakhir. Mimin tak butuh belas kasih dari anda. Karena mimin sudah dewasa dan tau bagaimana agar bisa survive dalam industri ini. Hoho
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

2 komentar :

  1. setuju min, terimakasih sultranesia !
    eh jangan lupa mampir di channel youtube saya eee :v
    Youtube : Muhammad Arandhitio
    tengkyu

    BalasHapus
  2. Setuju sekali min, sultra punya potensi yang sangat besar untuk bisa dikembangkan yang tidak kalah dengan daerah lain, baik dalam bidang pariwisata, kebudayaan, kuliner maupun dalam industri kreatif, Lanjutkan...

    Terima kasih

    Salim

    facebook : https://www.facebook.com/salim.alim.100
    PIN BB 54984CA2
    gmail : alimsalim2@gmail.com
    twitter : @shall_im

    BalasHapus