Kutinggalkan Saja Sambil Melihat Kedepan


Entah beberapa hari belakangan ini saya melihat beberapa hal aneh tentangnya. Tingkah laku, sifat dan tatapannya seakan-akan merajuk sebuah balas dendam yang tak henti-henti dia berikan kepada seseorang. Entah siapa orang itu? Tapi sejenak saya memikirkan seseorang itu di sebuah tempat nan-indah tempat dimana saya bisa mendapatkan ide dan bercerita ke alam tentang apa yang terjadi kepada saya.

Sesaat saya melihat kembali akunnya di salah satu jejaring sosial yang dia punya dan kembali membahasakan status-nya, membuat semua menjadi nyata serta merumuskannya, tetap saya tidak bisa paham maksud dan tujuannya. Kembali air mata menetes akan kesalahan yang saya buat atas apa yang terjadi di masa lalu dengannya, sempat batinku berkata " Memang pantas saya mendapatkanya! " tapi pikiranku tak bisa menerima semua itu.

Kembali saya tidur dirumput sembari menatap langit biru yang cerah sambil bercerita tentang dia yang selalu ada dalam sebuah ingatan kecil paling dalam yang bernama hati, entah malaikat mana lagi yang berbisik di telinga ini! ketika tiba-tiba pikiran saya mendapat sebuah kalimat yang tak pernah sama sekali saya pikirkan. Saya kembali duduk dan mengambil sebuah memo di dalam tas dan mencatat kalimat itu.

Aneh! saat menuliskan kalimat itu seakan alam ini menatapku sejenak, tak kuhiraukan kembali saya menuliskan kalimat itu. Setalah kalimat itu tertulis dalam memo tiba-tiba langit mendung bersama dengan gunturnya menakutkan. Jujur ketika itu saya tiba-tiba merasa gembira, senang, bangga dan bahagia. Walau seperti ketakutanku akan cuaca masih tetap ada.

Sebelum saya mengambil keputusan untuk pulang, saya membacakan kalimat itu keras-keras sambil berdiri dan memasukkan kedua tanganku dikantong celana sembari menatap langit. Saat membacakan kalimat itu air mataku menetes entah kenapa! pada hal cuma kalimat yang menurutku biasa saja.

Ketika saya sudah beranjak pulang, baru beberapa langkah saya meninggalkan tempat tiba-tiba matahari muncul, batinku berkata aneh " Kejadian ini romantis banget sih, kok kayak film saja! " sambil menggarukkan kepala. Saya berbalik dan melihat langit kelabu yang cerah, terbisik ditelingaku tentang namanya 23 kali, kembali saya mengatakan " Munkin karena terlalu banyak menghayal jadi terbisik namanya ".

Sayapun berbalik arah dan pulang sambil meninggalkan sobekan kertas kecil berisikan kalimat tersebut di tempat saya bercerita sebuah kisah tentangku ke alam.


Author: @DejayNoru
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar