Kerja dan Upah; Sebuah Tinjauan Filosofis dan Sosiologis

Ilustrasi romokoko.com

Aliran behaveoral sociology menganggap bahwa―dorongan manusia melakukan sesuatu karena adanya ganjaran yang sesuai dengan keinginannya, atau istilah yang digunakan dalam aliran tersebut yaitu ‘reinforcement’ disebut juga sebagai reward. Selanjutnya dijelaskan oleh Ritzer (74:2011) bahwa “... suatu ganjaran yang tak memberi pengaruh pada aktor tidak akan diulangi.”

Antara tindakan dengarn reward adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, begitupula antara kerja dengan upah. Menjelaskan konsep kerja dan upah menggunakan pendekatan behaveoral sociology―penulis akan merujuk pada asumsi dasar dari konsep backward bending supply di sektor tenaga kerja. Meski sebenarnya tidak ada referensi yang memperkuat tentang―adanya campur tangan aliran behaveoral sociology, dalam proses invensi konsep backward bending supply di sektor tenaga kerja, namun jika dianalisis maka dapat dilihat keterkaitan kedua konsep tersebut.

Konsep backward bending supply di sektor tenaga kerja, berangkat dari asumsi bahwa seseorang akan mengorbankan waktu luangnya untuk bekerja jika reward yang diterima memenuhi kebutuhannya, atau dominan memilih berja karena reward yang diterima di atas kebutuhan standarnya. Namun ketika seseorang telah mencapai penghasilan tertentu yang relatif tinggi, maka akan memilih memperbanyak waktu luang dan menikmati waktu luang tersebut. Konsep tersebut sesuai dengan aliran behaveoral sociologybahwa―suatu ganjaran akan diusahakan ketika memberi banyak manfaat, namun ketika manfaatnya berkurang maka ganjaran tersebut akan kurang memengaruhi tindakan aktor.

Konsep di atas menjelaskan bahwa tindakan rasional “kenapa” manusia harus bekerja, yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka dari itu kerja akan menjadi bagian proses manusia. Secara aksiomatis bekerja dapat diartikan sebagai proses menghasilkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup, sedangkan upah adalah balas jasa yang didapatkan dari proses usaha.

Ibn Khaldun (2001:32) menjelaskan bahwa “usaha manusia menciptakan penghidupan (al-ma’asyi) dan perhatiannya untuk memperloleh penghidupan dengan berbagai cara[usaha]. Inilah alasan Allah menciptakan Manusia. Dia telah memberi petunjuk untuk mempunyai hasrat dan berusaha mencari penghidupan.” Sedangkan lebih lanjut Marx menjelaskan tentang esensi tertinggi manusia adalah kerja, sebagaimana dijelaskan dalam Ramly (2000:123) bahwa:

“Pada hakikatnya yang membuat manusia menjadi homo homanus adalah kerja. Dengan bekerja manusia mencapai kenyataan sepenuhnya dan dalam aktivitas kerja pula mansuia menyatakan diri tidak seperti dalam keadaan kesadaran secara intelektual, melainkan secara berkrya secara nyata sehingga ia memandang dirinya sendiri dalam dunia yang diciptakan sendiri.”

Kerja dan upah merupakan hubungan timbal balik, namun yang menjadi superior adalah kerja, karena kerja akan mengakibatkan adanya upah. Dalam tradisi ekonomi kapitalistik, lazimnya yang menentukan upah adalah kualitas kerja. Berbeda dengan tradisi ekonomi sosialis yang didefinisikan oleh Marx (Ramly, 2000:158) bahwa “dari tiap orang diminta menurut kecakapannya dan kepada tiap-tiap orang diberikan menurut kebutuhannya.” Artinya bahwa, upah berdasar pada kebutuhan, dan kerja berdasar pada kemampuan/kecakapan. Namun tujuan tulisan ini bukan untuk mempertentangkan kedua aliran tersebut, justru menganjurkan untuk mempertimbangkan keduanya. Dengan menghargai standar hidup layak pekerja tanpa menghubungkan dengan kualitas kerjanya, sekaligus menghargai prestasi bagi pekerja yang berusaha lebih giat.

Berangkat dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa dalam relasi kerja dan upah terdapat beberapa faktor yang dilibatkan diantaranya, penggunaan waktu luang, kebutuhan manusia, dan kualitas usaha/kerja.



__________________
Khaldun, Ibnu. Muqoddimah (terjemahan Ahmedie Thoha). Jakarta: Pustaka Firdaus. 2001.
Ramly, Andi Muawiayah. Peta Pemikiran Karl Mrx. Yogyakarta. LkiS. 2000.
Ritzer, George. Sosiologi Ilmupengetahuan Berparadigma Ganda. Jakarta. Rajawali Pers. 2011.


Author: @FanMalaka
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar