Kota Lama Kendari

Kota Lama Kendari


Tuan, nyonya
Kota kami memang tua
Tapi takkan kami biarkan hilang
Ditelan sejarah,
Kota kami memang rentah
Tapi takkan kami ijinkan
Berlalu layaknya sekedar cerita
Kotak kami memang usang
Tapi takkan kami ikhlaskan
Menjelma menjadi kenangan
Kota kami memang lapuk
Tapi takkan kami relakan
Musnah menjadi legenda

Tuan, nyonya
Kami tak terlahir dari darah para penguasa
Kami tumbuh dari kaum rakyat kecil
Kami hanyalah putra putri ibu pertiwi
yang terjajah ditengah
Slogan kemerdekaan,
Dijajah Oleh para penguasa penguasa
Yang tak menghargai sejarah,
Sejarah Kota kami,
Rumah kami
Kampung halaman kami,

Tuan,nyonya
Jika kota kami diratakan
Rumah kami dihancurkan
Kenangan kami dimusnahkan
Lalu, dimana kami harus memulai
Hidup kembali ?
Setelah dipaksa untuk mati rasa
Apakah keadilan di negeri ibu pertiwi
Hanya sebuah dongeng ?

"25 januari 2015" Iin Restiani Yunus 

Twittter : @Anandahiinresty
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

3 komentar :

  1. Terimakasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di
    Explore Indonesia

    BalasHapus