Romantisme Satu Satu





Mendung menyapa, awan pun kelam
Gerimis mengundang
Mengguyur dia yang sedang mabuk cinta
Langit sedang tak menampakkan lukisannya
Putih keabu-abuan menguasai
Menusuk-nusuk dia yang sendu
Menghampiri bangunan-bangunan tua tempat bersembunyi
Lonceng berdentum keras pertanda ibadah agama sebelah akan dimulai
Pelepah pisang menghalangi. Hijau yang wangi!
Juga di sebelah kiri aspal, mulai berubah kecoklatan
Satu satu bermunculan. Satu satu lekat di pucuk klorofil. Satu satu sedang asyik bercumbu di balik lumut.

Berseru ceria lah wahai ratu dan pangeran berseragam
Satu satu mulai menanggalkan seragam, untung ada kutang! Satu satu mulai membiarkan tubuh dialiri rinai surga. Satu satu saling lempar lelah. Satu satu menangkap euforia gelap.

Sang sendu tak sanggup untuk tak memamerkan gigi-gigi putihnya yang mulai menguning
Tanah basah mulai mencuatkan aromanya
Sang sendu mulai mencapai klimaks. Begitu juga bagi pemabuk cinta
Romantisme butiran sejagad raya,
Tak dapat dielakkan




Di Bawah Langit Abu-abu, 22 Des’14
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar