Taman Indonesia Milik Siapa?


Indonesia itu taman yang indah. Berbagai bunga tumbuh dengan subur dan lebat. Sayangnya, bunga lupa di rawat dan hama lalai di babat. Pada akhirnya, tumpah darah dan hama-hama tumbuh mayoritas di taman bunga bukanlah pemandangan yang aneh lagi.

Kita sebagai anak-anak Ibu Pertiwi, si Pemilik kebun, sering membiarkan serangga jahat menikmati sari pati setiap bunga. Kita selalu berpikir "Ah masih ada benihnya" namun ujung-ujungnya kita sadar benih-benih lupa dibudidayakan, karena lebih tertarik dengan bunga milik tetangga.

Lihatlah sekarang, di taman ini sudah beberapa jenis bunga yang terancam punah karena terlalu terfokus pada trend bunga dari taman-taman sekitaran pekarangan. Padahal jika saja kita sadar, keindahan kelopak kearifan lokal bunga kita tidak kalah. Jauh lebih kompleks.

Sayang sekali, tidak sedikit diantara kita yang enggan mengotori tangan dan meneteskan peluh demi taman ini, kecuali ada rupiah sebagai motor penggeraknya. Rupiah! Lihatlah saudara kita yang berdasi dengan enteng mengatakan “Ini aset.. Ini potensial.. bla bla..” bilang saja “Ini bisa kita jual lagi jadi uang”.

Dan akibatnya, taman kita adalah milik tetangga. Taman Tanah air yang kita miliki, ketika ingin dinikmati, kitapun harus mengeluarkan biaya. Padahal sekali lagi, taman ini adalah milik kita. Lahan kita. Kenapa merasa asing di rumah sendiri? Seharusnya kitalah raja. Kita yang merawat. Kita yang memiliki dan bukan mereka yang menikmati.

"Taman ini masihlah jauh dari rampung, apalagi sempurna. Saya, – sedang dan akan,-membangunnya perlahan. Bata demi bata, kata per kata. Hingga kelak menjadi taman dimana kita bisa bermain, terluka dan tertawa bersama" kata lelakibugis.net menggelitik nurani.

Semoga 'Saya' itu adalah kita.


Penulis Lepas, Pemakan Nasi dan Lauk Pauk Warteg
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar