Berawal dari Hobi, Wakatobi Dive Trip Kini Kebanjiran Tamu Wisata

Seto Ariadi (Doc. WDT)

Menemukan passion, lalu meyakini hobi bisa menjadi pekerjaan. Itulah yang dapat dipetik dari Seto Ariadi, Founder-CEO Wakatobi Dive Trip. Hobi menyelam, mengantarkan ia melahirkan suatu keputusan untuk mulai bisnis travel.

Awalnya, Seto hanya memanfaatkan sosial media untuk promosi trip dan menjalankan salah satu bisnis kreatif ini. Namun kini, Wakatobi Dive Trip selain telah memiliki beberapa karyawan, juga telah melibatkan banyak masyarakat dalam mengantar tamu-tamu wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Berikut wawancara Sultranesia bersama Seto Ariadi (11/10), peracik Wakatobi Dive Trip.
Wakatobi Dive Trip Office (Doc. WDT)

Kenapa tertarik dan memulai bisnis travel?
Berawal dari hobby menyelam dan melihat potensi pariwisata di Wakatobi, sekaligus juga ingin mengambil peran terhadap perkembangan pariwisata Indonesia, khususnya di Wakatobi.

Kenapa menamainya Wakatobi Dive Trip?
Dinamakan Wakatobi Dive Trip agar lebih mudah diingat yah, dan sesuai dengan konsep kami, dimana kami menyajikan 50% wisata bawah laut dan 50% wisata darat seperti sejarah, kuliner dan panorama alam.

Wisatawan tau Wakatobi Dive Trip darimana?
Sebagian besar tau dari wisatawan yang pernah ikutan trip yang kami buat, dan promo-promo yang dilakukan di media sosial.

Jadi awalnya buat trip lalu promosi di social media dan lewat mulut ke mulut?
Iya.
Tamu Wisata Wkatobi Dive Trip (Doc. WDT)

Lihat dari postingan di Instagram, WDF banyak tamu. Apa om Seto sendiri yang kelola WDT atau sudah punya karyawan?
Konsep yang kami buat adalah ekowisata berbasis masyarakat, kami hanya memiliki 4 orang karyawan tetap, 3 orang freelance, sisanya masyarakat yang kami libatkan dalam pariwisata ditiap pulau yang menjadi destinasi trip kami.

Sekarang tamunya darimana saja?
70% wisatawan domestic 30% wisatawan mancanegara.

Planning kedepan apa nih? Apa ada rencana buka cabang di tempat lain di Sultra?
Saat ini tetap berkonsen di Wakatobi saja.

Sulitnya membangun bisnis travel apa?
Tidak ada sulit dalam membangun bisnis travel. Asal memahami konsep, arah dan bisa memahami keinginan wisatawannya

Terakhir, bagi kiat-kiatnya dong om. Bagaimana harus memulai dan survive dalam bisnis kreatif ini?
Fokus, pantang menyerah, optimis dan berdoa.



Twitter: @Wakatobidive
Instagram: wakatobidivetrip
WA: 0811401449
Line: photodiveseto
Website: www.wakatobidivetrip.com

(Ikal)
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

2 komentar :

  1. Saya tertarik dalam artikel Anda pada pariwisata.
    Ini benar-benar menginspirasi saya tentang keindahan alam.
    Saya juga memiliki artikel yang sama tentang proses pembelajaran yang dapat Anda kunjungi di www.pariwisata.gunadarma.ac.id

    BalasHapus
  2. mantrap neh, bisa memanfaatkan semuanya, hobby kena bisnis pun dapat, patut dicontoh. salam kenal gan paket umroh januari

    BalasHapus