IKAMI SULSEL Malang Kembali Suguhkan BUDAYATA Dengan Tajuk “Romansa Siri’ Na Pacce”

Poster Publikasi BUDAYATA 2015 (Doc. IKAMI SULSEL Cab. Malang)

SULTRANESIA, Malang - Bertajuk “Romansa Siri’ Na Pacce”, Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia (IKAMI) Sulawesi Selatan (SULSEL) Cabang Malang kembali mempersembahkan event tahunan BUDAYATA di Gedung Kesenian Gajayana Malang pada 8 November 2015.

Pagelaran BUDAYATA yang menyuguhkan berbagai macam kebudayaan Sulawesi Selatan seperti nyayian daerah, cerita rakyat, dan tarian-tarian tradisional dari berbagai macam suku di Sulawesi Selatan yang dipandu oleh pasindrili (pemandu acara) dengan bahasa dan dialek Bugis-Makassar sudah menjadi kegiatan rutin dari organisasi mahasiswa IKAMI SULSEL Cabang Malang sejak 2012.




Syarfina Juhaidah selaku Ketua Umum IKAMI (2014-2015) menuturkan, pagelaran BUDAYATA, selain sebagai kampanye budaya Sulawesi Selatan, juga sekaligus ajang melepas rindu bagi warga Sulsel yang menetap di Kota Malang. 

“Jadi, tujuannya itu untuk memperkenalkan dan upaya melestarikan budaya Sulsel di Kota Malang. Dan juga sebagai media melepas rindu akan kampung halaman bagi perantau asal Sulsel yang sudah menetap di Kota Malang”.

Ia menambahkan, semoga dengan kegiatan ini generasi muda tetap memegang nilai-nilai budayanya.

“Harapan kami, masyarakat Kota Malang dapat mengenal dan menikmati persembahan dari kami dan semoga dengan terselenggarakannya BUDAYATA generasi muda tetap memegang kebudayaannya”. Tutur Fina ditengah pemantauan persiapan kegiatan.

Di tempat lain (sekretariat IKAMI), Khairul Fajrul sebagai Ketua Pelaksana menjelaskan, BUDAYATA 2015 ini akan disajikan berbeda dari BUDAYATA sebelumnya.

“Bedanya lebih terlihat di konsep. Jika Budayata Budayata sebelumnya lebih mengedepankan tarian sebagai menu utamanya, kali ini di BUDAYATA 2015 mengangkat kisah di Abad 17. Jadi kita lebih mengedepankan konsep teater untuk mengangkat kisah-kisah leluhur kita”.

Anak muda yang akrab disapa Oskar ini juga menjelaskan terkait tema “Romansa Siri’ Na Pacce” yang merupakan salah satu falsafah leluhur Sulawesi Selatan.

“Mengambil tema Romansa Siri’ Na Pacce karena Siri’ Na Pacce suatu jargon khas dari Sulawesi Selatan. Siri’ yang berarti harga diri dan Pacce artinya malu. Maksudnya tidak jauh-jauh dari kisah yang kita angkat di Budayata Ini; Cerita tentang harga diri seseorang”.

Dari rundown acara yang diperlihatkan kepada Sultranesia, terdapat beberapa kebudayaan Sulawesi Selatan yang belum ditampilkan pada BUDAYATA sebelumnya, seperti Akkanjara : atraksi gendang tradisional, Pamanca : sebuah gerakan bela diri (seperti silat) khas Sulawesi Selatan, dan Sigajang Laleng Lipa : penyelesaian pertikaian masalah dimana kedua pembuat masalah menyelesaikannya dalam satu sarung.

Well… Penasaran dengan event ini? Cukup lowongkan waktu pada hari minggu (8/11/15) pukul 19.00 WIB dan merapat ke Gedung Kesenian Gajayana Malang. Karena event bergizi ini disuguhan secara gratis pada seluruh lapisan masyarakat yang ingin menontonnya. 


(Ikal)
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar