#KKFest2015: Menggoda Inisiatif, Merayu Antusias dan Merasa Peduli

Logo #KKFest2015. (Doc. Kendari Kreatif)


SULTRANESIA, Kendari - Kota merupakan pusat peradaban, dimana peradaban terbentuk dari hasil kreatifitas warga kota. Kota menjadi tempat segala bentuk kebaruan terjadi, dimana aktifitas warga kota menjadi sebuah inovasi. Dikota terdapat beraneka ragam aktifitas bisnis dan ekonomi, yang dapat bertahan adalah warga kota yang bersosialisasi, peduli dan menjadi solusi. Kota memiliki sejarah panjang hingga dianggap menjadi sebuah kota, maka jaga dan lestarikan sejarah lahirnya kotamu.

Untuk mengukur parameter serta menganalisa tingkat kecintaan dan kepedulian masyarakat terhadap kotanya. Dapat dilihat dari seberapa besar apresiasi serta kebanggaannya terhadap karya lokal yang menjadi produk dari orang-orang kreatif lokal. Jangankan menggunakan, melihatpun mereka enggan. Disebabkan mata, hati, pikiran dan rasanya telah dipengaruhi oleh kebulean. Diperparah lagi dengan gaya para pemangku kepentingan saling kejar-mengejar prestise serta keuntungan sepihak bagi pribadi dan golongannya saja.

Kekuatan politik dan kerakusan politikus telah melemahkan seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat. Diberbagai bidang sangat dikendalikan oleh permainan politik untuk meraih kekuasaan, demi mewujudkan keangkuhan serta kepuasan birahi. Sebagian besar warga kota banyak yang terjerumus dan ikut masuk ke dalam permainan politik praktis, walau mereka tidak paham akan hakikat berpolitik.

Pergeseran paradigma masyarakat sangat dipengaruhi oleh prilaku para politikus yang kini terlihat sukses, padahal penuh dengan kecurangan dan kerusakan moral. Banyaknya lahir generasi pragmatis yang mencuri keinstanan adalah jalan singkat demi mencapai keinginan bukan untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka tidak menghargai sebuah proses guna meraih kebutuhan rohani dan jasmani.

Generasi muda sebagai penerus perjuangan dan penerima tongkat estafet pembangunan telah dipertontonkan sebuah drama dan film sinetron, bukan film heroik dan teater kolosal penuh arti, nilai dan sarat makna yang sangat berharga. Permainan politikus telah memaksa generasi muda bertingkah laku transaksional tanpa rasa iba. Generasi muda telah kehilangan identitasnya, lupa akan sejarahnya, meludai seni budayanya serta mencaci maki kearifan lokal yang hakikatnya menjadi benteng terbentuknya karakter dan prinsip hidupnya.

Warga dan kota galau melihat gaya para pengambil kebijakan, baik dipusat maupun didaerah. Dimana pemerintah cenderung koruptif, pengusaha bersikap opportunis, akademisi berasa dan berpikir apatis. Hingga kehilangan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat. Materi telah merusak moralnya, prilakunya, pengalamannya, pengetahuannya dan keilmuannya. 

Namun semua itu masih ada harapan bagi warga kota untuk bangkit dan berkembang hingga maju dan berjaya. Caranya adalah dengan menumbuhkan inisiatif dan antusias yang selama ini digerakkan oleh para komunitas dengan segala bentuk kreatifitasnya. Mari bersinergi dan berjejaring, lupakan berkompetisi ayo berkolaborasi.

Membangun kota bukan dengan orientasi proyek sesaat, tapi dengan orientasi program berkelanjutan, terarah dan tepat sasaran. Pembangunan infrastruktur harusnya dibarengi dengan pembangunan karakter. Bagaimana menanam kebanggaan masyarakat hingga memanen keceriaan dan kegembiraan masyarakat serta menumbuhkan inisiatif, antusias dan kepedulian para stakeholder baik pemerintah, pengusaha, akademisi dan komunitas. Sehingga terwujud sinergisitas, solidaritas dan kolaborasi serta mengembangkan jejaring kebaikan untuk melahirkan program tepat guna.

Kampanye karya lokal harusnya digalakkan lewat kegiatan sosial kemasyarakatan dengan lebih kreatif berbentuk festival yang mengabungkan segala jenis event yaitu meeting, incentive, convention dan exchibition. Kegiatan ini dapat membangkitkan antusias dan apresiasi terhadap karya lokal, serta menumbuhkan kepedulian dan inisiatif masyarakat untuk ikut serta dan berkontribusi bagi pembangunan kota. Peran masyarakat sangat mempengaruhi pencapaian dari proses penyelenggaraan pemerintahan yang kuat.

Untuk itu Kendari Kreatif sebagai lembaga swadaya masyarakat lewat program tahunan yang rutin diselenggarakan sejak tahun 2012 lalu, dan kini sudah masuk ke IV kalinya penyelenggaraan event yang menjadi mesin penggerak ekonomi kreatif dengan merangkul semua jenis kreatifitas yang ada di kota Kendari bernama “Kendari Kreatif Fest 2015”. Kegiatan ini bukan sekedar event, melainkan program nyata yang telah mengangkat harkat dan martabat komunitas serta profesi rendahan yang masih dikucilkan dan dianggap hina oleh sikap pragmatis dan transaksional.

#KKFest2015 kali ini mengangkat tagline “Kendarinitiative” dengan beragam agenda acara antara lain; Pameran Kreatifitas, Aksi Komunitas Kreatif, Pementasan Seni Budaya, Pemutaran Film Lokal dan Indie Nasional, Workshop Industri Kreatif, Deklarasi Jejaring Kreatifitas se-Provinsi Sulawesi Tenggara dan akan dirangkaikan juga dengan acara grand opening Vosmaer Street Festival yang menjadi ruang bagi para pelaku usaha kreatif untuk memasarkan produknya. Bertempat di Rumah Kopi 41 kompleks Senopati Land Kendari pada tanggal 27 – 30 November 2015.

Talkshow Ekonomi Kreatif menghadirkan tokoh nasional sebagai narasumber yaitu Triawan Munaf (Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia), Fiki Satari (Ketua Bandung Creative City Forum), DR. Syamsul Rizal (Wakil Walikota Makassar), Abdullah Mansuri (Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia), Tjatur Kukuh (Dewan Pimpinan Kawasan Timur Indonesia Badan Pelestarian Pusaka Indonesia), Abd. Rachmad Al Farisi (Praktisi Ekonomi Nasional), Yusran Darmawan (Intektual Muda/Dosen IPB) dan Arie Kriting (Komikus Nasional/Aktifis Sosial) serta beberapa tokoh lokal dengan prestasi luarbiasa dan telah berkontribusi besar bagi daerah.

______________________
Released by Kendari Kreatif
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar