Penandatanganan MOU Kerjasama Antara Kendari Kreatif (KK) dan Bandung Creative City Forum (BCCF) Disaksikan oleh Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia


Peradaban perekonomian dunia telah mengalami perubahan dalam beberapa tahap. Tahapan perubahan tersebut dimulai dari ekonomi militer dizaman monarki hingga perang dunia kedua, kemudian masuk masa peradaban ekonomi pertanian, bergerak lagi ke masa ekonomi industrial, setelah itu berpindah ke masa ekonomi teknologi informasi. Kini peradaban perekonomian dunia telah bergeser ke masa ekonomi kreatif. Kekuatan perekonomian saat ini terletak pada kekuatan kreatifitas yang mengandalkan sumber daya manusia sebagai obyek utama dalam aktifitas ekonomi dan sosial.

Masa peradaban ekonomi kreatif mengharuskan banyaknya lahir generasi kreatif, inovatif dan solutif dalam menjalankan kehidupan. Kualitas hidup tergantung pada kualitas karya (barang/jasa) dengan produktifitas secara masiv dan konsisten. Masa depan ada dipasar, peka dan peduli dengan komunitas serta kehidupan masyarakat. Kearifan lokal, seni dan budaya bisa menjadi kekuatan dalam berkreasi menghasilkan mahakarya. Bertindak lokal berfikir global. Ekonomi kreatif kini menjadi jargon pergerakan ekonomi bangsa yang dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan secara nyata.

Dalam kegiatan Kendari Kreatif Fest 2015 yang sudah ke 4 kalinya diselenggarakan dikota Kendari sejak tahun 2012 lalu, diadakan penandatanganan MOU kerjasama antara Kendari Kreatif dan Bandung Creative City Forum yang ditandatangani langsung oleh Rafiuddin Ketua KK didampingi Rendra Manaba Founder KK yang juga merupakan Tim Pokja Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Tenggara dan Fiki Satari Ketua Umum BCCF didampingi oleh Tita Larasati Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Bandung. Serta ikut bertandatangan sebagai saksi adalah Hari Santosa Sungkari Deputi Bidang Infrastruktur dan Hassan Direktur Dalam Negeri Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

MOU ini menjadi contoh komitmen antar Komunitas Kreatif di Indonesia untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta memperkuat sub sektor industri kreatif yang telah dipetakkan ditiap-tiap kota sebagai kekuatan ekonomi baru. Kita telah banyak menguras energi positif menjadi energi negatif karena kecenderungan berkompetisi antar kota. Ekonomi kreatif dapat dengan mudah berkembang jika kota-kota di Indonesia dapat berjejaring dengan baik dan berkesinambungan.

Setiap kota memiliki keunggulan dalam menghasilkan produk kreatif dan menjadi ciri khas dari kota tersebut. Dengan jejaring ini, pasar akan terbuka luas dan SDM disetiap kota bisa saling berinteraksi dan melakukan pelatihan bersama, serta membentuk solidaritas sehingga permasalahan pengembangan industri kreatif dengan cepat menghasilkan solusi. Jejaring BCCF sudah terbangun antar kota-kota di Asean untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean dan kota-kota di Eropa untuk menyambut kehadiran Masyarakat Ekonomi Dunia.

Ini merupakan bentuk jejaring, sinergisitas dan kolaborasi antar Komunitas Kreatif yang ada di Kendari dan di Bandung yang diperkuat dengan sebuah nota kesepahaman sehingga terjalin kerjasama pengembangan ekonomi kreatif dalam membangun industri kreatif antar kedua wilayah secara nyata. Wujud MOU tersebut akan dituangkan dalam bentuk sharing program bersama dalam mengupayakan kota layak huni yang memanfaatkan kreatifitas sebagai salah satu modal utama dalam meningkatkan kesejahteraan. Serta penguatan kelembagaan dengan mengangkat harkat, martabat dan derajat Komunitas dan Usaha Mikro Kecil lokal.

Pada tanggal 21 Desember 2015 telah di Launching Indonesia Creative Cities Network (ICCN); Jejaring Kabupaten Kota Kreatif Indonesia sebagai Lembaga Independen Nasional yang diresmikan oleh Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di Jakarta. ICCN lahir berkat inisiasi dari Bandung Creative City Forum bersama dengan Kendari Kreatif serta beberapa Komunitas Kreatif dibeberapa kota lainnya. ICCN dibentuk pada saat Creative Cities Conference (CCC) yang merupakan rangkaian dari Konferensi Asia Afrika (KAA) dikota Bandung pada tanggal 27 April 2015 dan telah dideklarasikan dalam acara Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) di kota Solo pada tanggal 25 Oktober 2015.


Dalam acara penandatanganan MOU antara KK dan BCCF. Juga dibuat nota kesepahaman antara Kendari Kreatif (KK) dan Makassar Creative (MC) yang diwakili oleh KNPI Kota Makassar, disaksikan dan ikut bertandatangan adalah Musadar Mappasomba Wakil Walikota Kendari dan Syamsu Rizal Wakil Walikota Makassar. Dalam pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia dibutuhkan jalinan kerjasama antar Kabupaten Kota di Indonesia dan haruslah berjejaring, bersinergi dan berkolaborasi membangun Industri Kreatif. Mari senyapkan kata kompetisi dan gaungkan kata kolaborasi.


Laporan: Rendra Manaba
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

1 komentar :

  1. I'm interested in your article
    I also have the same article that you can read in http://ps-tsi.gunadarma.ac.id
    thank you

    BalasHapus