Review Buku: No One Here Gets Out Alive (Biografi Terlaris Jim Morrison)


Buku No One Here Gets Out Alive (Doc. Riqar Manaba)


“Ketika itu, katakanlah, aku sedang menguji sejauh apa batas-batas kenyataan itu sebenarnya.
Waktu itu aku ingin tahu apa yang akan terjadi.
Semuanya hanya itu: Cuma ingin tahu.”
Jim Morrison, Los Angeles, 1969.

Sungguh dosa besar bagi para penggemar musik dan musisi Rock jika tak pernah mendengar musik The Doors, terlebih jika tak mengenal vokalisnya yang bernama Jim Morrison. 

Bagaimana tidak, vokalis eksentrik dengan nama lengkap James Douglas Morrison ini adalah satu dari 100 penyanyi terbaik sepanjang masa versi majalah Rolling Stone. Ia juga tak hanya lihai dalam bernyanyi dan menulis lagu. Ternyata, Jim juga merupakan seorang penyair produktif, seorang pemain teater, sineas, dan aktor.

Jim lahir di Melbourne, Florida, Amerika Serikat pada 8 Desember 1943 dan mengakhiri perjalanan hidupnya di Paris pada 3 Juli 1971 dalam usia yang sangat muda, 27 tahun. Walau meninggal dalam usia muda, namun Jim meninggalkan banyak karya. Diantaranya 5 buku puisi, 5 film, 6 album bersama The Doors, dan bahkan 7 tahun setelah kematiannya, 1 album solonya dirilis dengan tajuk An American Prayer yang diambil dari suara dalam vokal puisinya.

Ada banyak buku yang menceritakan kisah hidup Jim Morrison dengan berbagai sudut pandang. Ada buku yang mengulas kematian Jim yang masih kontroversi hingga saat ini, ada pula buku yang fokus pada kisah indah Jim seperti Light My Fire – My Life with The Doors, Jim Morrison: Life, Death, Legen, serta banyak judul buku lainnya.

Namun, menurut saya buku yang berjudul No One Here Gets Out Alive ini adalah salah satu kisah terlengkap untuk menyelami perjalanan hidup Jim Morrison. Ketebalan buku ini berjumlah 468 halaman, terbagi atas 3 bagian. Pertama: Busur yang Direntangkan (Bab 1 dan Bab 2, hal. 7-45), Kedua: Panah yang Melesat Terbang (Bab 3 – Bab 7, hal 87—251), dan Ketiga: Panah yang Jatuh Terlepas (Bab 8-Bab12, hal. 275-463). Buku ini bukanlah buku biografi pencitraan yang hanya mengangkat kisah indah dan manis dari pria yang memiliki nama lain Mr. Mojo Risi ini. Buku ini lebih dari itu. Dalam buku ini secara gamblang dan jujur juga mengungkap dan menelanjangi sisi gelap dari kehidupan Jim yang doyan main perempuan, memakai narkoba, minum alkohol secara berlebihan, dan aksi-aksi brutal lainnya.

Karena potensi buku ini bisa mendewakan sekaligus meruntuhkan kelegendaan Jim Morrison, maka tak berlebihan jika dalam sampul buku ini tertera kalimat “Biografi Terlaris Jim Morrison”.

Buku yang dalam bahasa Indonesia bisa diartikan “Tidak Ada yang Keluar dari Sini Hidup-Hidup” ini ditulis oleh Jerry Hopkins, salah satu kontributor rolling stone dalam masa penelusuran/kepenulisan selama 1971 hingga 1975 dan Danny Sugerman yang merupakan mantan manajer muda The Doors yang juga murid, kawan dan sahabat Jim Morrison. Semasa hidup Jim, Danny dimotivasi untuk belajar menulis saat usia 13 tahun. Saat menulis buku ini, Danny berusia 24 tahun. Hasil kolaborasi dari kedua penulis diatas menjadi kekayaan tersendiri dari buku ini. Jerry menulis dari sudut pandang luar, dan Danny karib Jim dari sisi dalam. Pengalibahasa buku ini adalah Herry Mardian dan Septiana Ferniati.

Setelah membaca tuntas buku ini, saya merasa seperti mengenal Jim dengan akrab. Saya jadi tau bagaimana keseriusan dia dalam menghasilkan karya, bagaimana ia memanfaatkan puncak ketenarannya untuk penyampaikan gagasannya tentang banyak hal. Antara lain tentang kebebasan berpendapat dan kebebasan untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihan hidup.

Dalam suatu penampilannya bersama The Doors yang terkenal dengan Insiden Miami, ia sangat marah dengan pihak promotor konser yang menyalahi kesepakatan dengan menjual tiket konser begitu mahal. Ia menumpahkan kemarahan itu bukan dengan cara tidak hadir dalam konser tersebut, karena walaupun Jim adalah orang yang cepat naik pitam, ia juga orang yang matang dalam menimbang banyak hal. Tak ingin merugikan banyak pihak, maka dengan berani dan mengambil resiko besar demi menyuarakan kebenaran, saat The Doors memainkan lagu ketiga yang berjudul “Five One” ia memanfaatkan panggung tersebut untuk mengatakan langsung pada para penonton dan fansnya bahwa mereka telah dibodohi oleh promoter konser. Jim ditengah intro berteriak:

“Kalian semua cuma sekumpulan f**kin’ idiot!”.

“Kalian membiarkan orang lain menyuruh-nyuruh kalian! Membiarkan orang lain memaksa diri kalian! Berapa lama lagi akan kalian biarkan orang lain memaksa diri kalian? Berapa lama lagi? Agaknya kalian menyukainya ya, mungkin kalian memang suka membiarkan muka kalian terpuruk di kubangan ta*k”. (hal. 280)

Lanjutnya, “Kalian semua Cuma sekumpulan budak! Apa yang mau kalian perbuat untuk itu, mau apa, mau apa!”. (hal. 281)

Gila men! Mana ada vokalis yang berani bicara sekeras ini. Mana ada vokalis yang berani memaki fans dan penontonnya seperti ini? Bukankah resiko dari perkataannya ini bisa membuat ia dijauhi dari para pendengarnya?

Ia memang layak jadi legenda. Sebab jarang ada musisi yang sejenius dia. Wajar pula jika dia bisa melakukan banyak hal (tidak hanya bermusik), sebab Jim sangat maniak dan rakus buku. Suatu ketika kawan Jim datang ke kamarnya dan langsung mengagumi banyaknya koleksi buku dalam kamar pria pengagum Nietze ini. Jim yang sangat responsive dalam berbagai hal secara spontan pada waktu itu dengan nada pamer menyuruh temannya (yang kagum itu) untuk membuka salah satu buku dan membacakan satu paragraf (terserah lembar keberapa dan buku apa), setelah itu ia akan menebak judul buku dan mengatakan siapa penulisnya. Temannya yang tidak percaya kemudian mencobanya, dan alhasil intruksi yang bernada pamer itu ternyata benar. Ia menebak judul dan penulis beberapa buku yang dibaca oleh temannya dengan lengkap. Bahkan Jim bisa menjelaskan keseluruhan koleksi buku-bukunya tersebut.


Bagiku, Jim itu Singkat (umurnya), Padat (bisa melakukan banyak hal), Imajinatif dan Jenius.


____

Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar