Tak Dapat Izin Keramaian dan Support Pemda Kolaka, 7Magnificent Gagal Gelar Mini Tour di Kota Sendiri


"Untuk jadwal mini tour kolaka 26 april, fix batal. Dikarenakan ada kendala di perizinan. Thx sblmnya buat pemerintah kolaka yang tidak pernah mensupport acara gigs di kolaka! Kolaka memang terbaik." 
Instagram: @7magnificentxhc


SULTRANESIA, Kolaka - Setelah mulus melangsungkan mini tour di kota Bone, Sulawesi Selatan pada 16-17 April 2016, band Hardcore 7Magnificent kembali ke kampung halamannya Kolaka, Sulawesi Tenggara untuk melanjutkan mini tour kedua. Namun sayang, setelah melalui beberapa usaha, rencana tersebut kemudian gagal berlangsung.

Dikonfirmasi redaksi Sultranesia, Reim gitaris 7Magnificent mengungkapkan bahwa alasan batalnya mini konser di Kolaka karena tak mendapat izin keramaian dari kepolisian. Serta tak adanya dukungan dari pemerintah daerah.

"Izin keramaian tidak dikasi. Alasannya karena bersamaan HUT Sultra. Padahal event Halo Sultra berlangsung di Jl. By Pass Kolaka. Sementara kami merencanakan akan mengadakan mini tour di Gedung Koni pada 26 April. Tapi entah mengapa kami tak diberi izin."


Simak juga :

Seperti yang kita ketahui, hari perayaan ulang tahun Sultra ke 52 berlangsung di Kolaka pada 27 April. Untuk memeriahkan pesta, event tersebut mendatangkan banyak artis Ibu Kota. Jika dilihat dari komposisi pengisi acara, sangat minim ruang yang diberikan pada talenta lokal. Bahkan ditafsir event tersebut memakan uang rakyat sekitar 2 Miliar lebih.

Karena fiks gagal menghelat mini tour kedua di Kolaka, 7Magnificent langsung menginformasikan hal tersebut melalui akun official instagramnya. Dari informasi tersebut, banyak tanggapan dari berbagai pihak. Sebagai misal tanggapan yang cukup keras datang dari Mejenne, impossible_band : "ini persis sama yg kita alami didaerah masing2, F**k the Sistem!!! Jangan berkecil hati csku@7magnificentxhc tetap semangat, Persetan buat para penguasa *buangbotol*.

Entah mengapa band yang telah merilis single "King of Mekongga" ini malah tak mendapat ruang di daerahnya sendiri. Pemerintah seakan lebih mensupport datangnya artis mainstream nasional ketimbang band indie yang merupakan aset kreatif dari kota tersebut.

Seperti ada kesan bahwa Kepolisian dan Pemda Kolaka seakan takut dengan musik Hardcore dan karya anak lokal. Tapi disaat bersamaan budaya poya-poya yang miskin makna malah dibudayakan.

Namun gagalnya mini tour kedua 7Magnificent tidak menciutkan nyali mereka. Rencananya, mereka akan melanjutkan akhir perjalanan promo karya mereka di kota Makassar pada 21 Mei 2016.

(Ikal)

Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar