JANGAN TUNGGU AKU PULANG




Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Walillahilham

sampaikan salam terhangatku untuk pantai losari yg skrng berdiri megah mewakili tiap suku terbesar di Sulsel...
sampaikan salam terhangatku untuk fly over yg kadang-kadang berubah fungsi menjadi jembatan cinta...
sampaikan salam terhangatku untuk jembatan tello beserta kemacetannya...

sampaikan salam terhangatku untuk jembatan penyeberangan yg bisa dihitung dengan jari...
sampaikan salam terhangatku untuk pak ogah yg iklhas menerima berapapun untuk menyeberangkan jalan...
sampaikan salam terhangatku untuk jalan tol yg terlalu mahal untuk dilewati...

sampaikan salam terhangatku untuk terminal daya dan malengkeri yg diramaikan oleh angkutan plat hitam...
sampaikan salam terhangatku untuk pasar tradisional yg terkebiri oleh indomart dan alfamart...

Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Walillahilham

salam rindu untuk sahabatku di pasar daya...
salam rindu untuk sahabatku yg berpindah lokasi mangkal di depan makam panaikang...

salam rindu untuk sahabatku pembuat busur di bara-baraya...
salam rindu untuk polisi lalu lintas yg tetap setia dengan lembaran tilang merahnya...
salam rindu untuk double enam yg tetap menghantui ketika dibagikan...

Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Walillahilham

jangan tunggu aku pulang karena buras dan ayam ketawa telah terganti oleh air mata di tanah rantau...
jangan tunggu aku pulang karena sara'ba dan ballo telah terganti oleh teh tawar warteg...

jangan tunggu aku pulang karena doaku untuk keluarga dan sahabtku hanya dapat terucap lewat getaran dan frekuensi telepon...
jangan tunggu aku pulang karena doa untuk kedua orang tua dan adik2ku tetap terpatri menjadi satu dalam nafas ini...


--FROM TALANG 39
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

1 komentar :