Simak Kilas Cerita SEIRING WAKTU BERJALAN dan Mini Albumnya yang Bertajuk ‘SEDANG RINDU’


SULTRANESIA, Bandung - Group band folk asal Bandung "Seiring Waktu Berjalan" telah meluncurkan mini album yang bertajuk ‘sedang rindu’ pada tanggal 21 april tahun 2017 secara independent. Dengan tema Vintage mereka berharap agar para pendengar bisa terbawa suasana masa lalu yang bertahun-tahun atau puluhan tahun pernah terjadi saat mendengarkan alunan lagu pada album mereka, dan sekaligus awal perkenalan di industri musik Indonesia khususnya kota Bandung.

Seiring Waktu Berjalan terbentuk pada awal tahun 2012 dan resmi berdiri pada 11 januari 2013, dengan beranggotakan Yolan Lafenia (Vocal), Panca Laksana (Gitar/Vocal), M.Reza Nofaldy (Gitar), M.Fahir Shafar (Bass), Yossi Alvariza (Saxophone). Nama Seiring Waktu Berjalan mereka maknai dengan waktu yang terus berjalan dam bertambah tanpa bisa berputar kembali, dan setiap waktu yang berjalan bisa menghasilkan sesuatu yang semakin meningkat. 

Naik turunnya kehidupan dalam bermusik pun telah mereka lalui, terhambatnya pembuatan mini album selama 2 tahun pun menjadi saksi bisu cobaan yang mereka alami karena pergantian personel, sampai akhirnya pada awal tahun 2017 mereka berhasil membuktikan jerih payah mereka pada minim album bertajuk ‘sedang rindu’ yang membuahkan 6 lagu dengan konsep yang sama setiap lagunya. Dengan format semi akustik modern mereka berekplorasi dalam bermusik, nuansa vintage 69-70 an pun berhasil mereka usung pada mini album ini dimana perpaduan antara vocal wanita dan pria di kolaborasikan secara harmonis ditambah dengan reverb, gitar duo akustik nylon dan string dengan original soundnya, drum dengan menggunakan bruss stick, bass yang sangat low, dan di bumbui nuansa romantis dari saxophone. 

Octa studio yang membuat mereka berhasil menciptakan karya-karyanya dalam mini album yang telah rilis di berbagai radio dan media social. Dalam packaging pun mereka sangat kreatif dimana dalam cover luar mereka buat dari kertas karton dan dihias dengan potongan karung goni lalu di ikat oleh tali tambang yang kecil. Tak lupa cd nya pun dibuat seperti piringan hitam membuat nuasanya vintage semakin terasa. Berikut potongan wawancara dengan salah satu anggota seiring waktu berjalan mengenai harapan kedepannya “ harapan ingin lebih meningkatkan kualitas dalam bermusik, karyanya bisa disukai oleh para pecinta musik tanah air hingga mancanegara, dan ingin segera launching” tutur panca sebagai gitaris/vocal.


Oleh : Tryan Nugraha
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar