MALAM STANZA GANDA GONG KENDARI

Keceriaan para pegiat seni yang terlibat dalam malam Stanza.
(Doc. Budur)

Pada jiwa yang semakin hari semakin haus seni, jadilah saya membawa diri menuju cafe Rumah Kopi 41 Kendari, lokasi diadakannya Bazar Malam Stanza Ganda Gong Teater yang terletak di Kompleks Senopati Land. 

Selain ingin menikmati suguhan seni yang ditampilkan oleh Pegiat Seni dan Komunitas Seni Kota Kendari, sebenarnya, saya sekaligus ingin meliput acara ini sebagai tuntutan pekerjaan di SULTRANESIA. Saya tidak mau makan gaji buta sebagaimana beberapa pejabat publik yang senang makan uang rakyat dengan tidak dibarengi kinerja yang mensejahterakan rakyat. Pertimbangan lain kenapa saya langsung meluncur menuju Bazar Malam Stanza Ganda Gong Teater adalah karena di musim politik seperti ini, saya mulai jenuh mendengar pembicaraan politik di hampir setiap sudut kota ini. Ketimbang kuping dipenuhi bualan, lebih baik saya mencari acara alternatif lain yang bergizi. Maka meluncurlah saya ke TKP bersama hati yang resah. 

Flayer Publikasi Ganda Gong
(Doc. Ganda Gong)

9 Maret 2018, menjadi malam sabtu yang menyenangkan sekaligus menenangkan jiwa saya. Selama kurang-lebih tiga jam acara yang dipandu oleh MC keren Nina Iskandar, saya yang malam itu memesan kopi dan pengunjung lain yang entah memesan apa disuguhkan beragam penampilan bergizi mulai dari Musikalisasi Puisi (Lastra, Katalis), Pembacaan Puisi (Ramadoni, Raya Pilby, Marwan, Nurlailatul. Q, Al Galih, Yusuf I W, Wa Ode Nur Iman, Katalis, Gea), Pembacaan Dongeng (Marwan), MOP Papua, Musik Indie (Pengganda Kendari, Andri). Puas rasanya!.

Malam Stanza adalah malam pemanasan Ganda Gong Teater menuju Pementaasan Teater terbesar di Kota Kendari pada bulan April nanti yang menarik untuk ditunggu!.

Idealnya, sebuah peristiwa seni kreatif harus meninggalkan jejak karya, jejak ekonomi,  dan jejak sosial. Ganda Gong sebagai salah satu komunitas seni di Kota ini, pada April 2018 nanti mulai melakukan upaya tersebut: jejak karya dalam bentuk karya pentas teater, jejak ekonomi dalam bentuk crowdfunding melalui bazar pra acara dan tiketing pementasan sebagai sumber pendapatan, serta jejak sosial dalam bentuk teater sebagai media kolaborasi lintas komunitas dan upaya memberikan hiburan bergizi ke sosial masyarakat. Saya berharap acara-acara keren dan berbau seni seperti ini terus ada di Kota Kendari, dan pemerintah turut hadir di tengah pegiat dan komunitas seni yang ada di kota ini, baik dalam bentuk regulasi maupun kehadiran fisik.

Terakhir, daripada nongkrong kosong yang selalu dipenuhi basa-basi, mending nongkrong di sebuah tempat yang ada faedah di dalamnya. Yak, kan? Ya Iyalah! Bawalah kekasih dan pribadi kalian ke tempat-tempat dan acara-acara yang berisi. Jangan ke tempat yang remang-remang. Sebab menjelang Ramadhan, pencidukan di manamana. Tidak lucu kalau wajah kalian yang gagah dan cantik itu tersemat caption melakukan mesum lalu terpampang viral di media sosial.

Author: Yusuf I W
Editor : Riqar Manaba
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar