Review Event: Pementasan #PILKADES Ganda Gong Teater Kendari

Babak akhir pementasan PILKADES Ganda Gong Teater Kendari.
Kesalahan La Seno diselesaikan lewat KALOSARA.
Foto by @koheofilmskendari

KALAU NAMAMU HITAM DI KORAN, KORAN ITU BISA DIBAKAR 
KALAU HITAM DI PUISI, AKAN ABADI SELAMANYA. 
Al Galih

Pementasan "PILKADES"
Ganda Gong Teater Kendari
Sutradara dan Naskah oleh Al Galih
 Lakon oleh La Seno (Topan Megabayu), Sorume (Hardi Tata), Langgai - Kepala Desa (Arisandy Masda), Sartina - Istri Kepala Desa (Wa Ode Nur Iman), La Ijo (Taufiq), La Murhum (Al Galih), Anawai - Istri La Murhum (Sri Yutisan), Ketua Adat (Marwan), Ani - Istri Ketua Adat (Cici Nur Laela), Subastio (Ramadoni), Kameko Hangat (Aditya Aulia Rauf), Protokoler (Echa Wiryoasih), Imore (Lily Karlina), Tiga orang warga laki-laki (Eko Saputra, Ahmad adi Fitrah, Ardan), Lima orang demonstran wanita (Iis Rewa, Hartini.S , Ria Lisdayanti, Wa Ode siti Jumiati, Ika Yuli Pratiwi).

Sorume dan La Seno
Foto by @koheofilmskendari
Pukul 19.50 WITA, bangku penonton sudah terisi setengah. Nirwana mulai membawakan acara. Ia menyampaikan beberapa hal terkait pementasan dan para pelakon di dalamnya. Penonton terus datang mengalir memasuki tempat pertunjukan. Sepuluh menit kemudian, La Seno dan Sorume memulai pementasan ‘PILKADES’ Ganda Gong Teater Kendari.

Sembari memainkan gepulan asap di bibir dan menyeruput segelas kopi, saya menaruh perhatian penuh kepada para tokoh yang silih berganti memasuki panggung pementasan, beserta suasana ruang yang diracik tim artistik. Rasa-rasanya, saya terbawa suasana! Saya terbawa jauh dalam ruang alur cerita yang seakan memaksa penonton ikut terlibat menjadi bagian dari cerita pementasan. Bagaimana tidak, pementasan teater terbesar pertama kali di kota Kendari oleh pegiat lokal ini benar-benar menyuguhkan alur cerita yang menarik, kritis, menggelitik, lucu, dan penuh kejutan. Ditambah lagi dengan totalitas para pelakon dalam memerankan peran mereka masing-masing; membuat mata tidak ingin berpaling dari panggung.

Aksi centil Imore
Foto by koheofilmskendari

Sekitar 5 babak usai berlangsung. Walau pementasan telah berjalan sekitar setengah jam, namun anak-anak muda yang haus akan acara keren dan bergizi masih terus berdatangan mengisi sisa seat Amphiteater Taman Kota Kendari.

Pada babak 1-8, penonton nampak sangat serius dan terhibur. Hampir pada setiap babak, penonton memberi tepukan dan geliat tawa sebai tanda terhibur, utamanya pada diksi "kafudefura" yang dilempar oleh La Murhum di babak ke 4. Namun pecahnya pada babak ke 9, dimana Imore si penjual kameko centil masuk memberikan bertubi-tubi punchline melalui kinoho yang dilemparnya ke penonton.

Aksi mogok seks yang dikomandoi Istri Kepala Desa
Foto by koheofilmskendari

Pukul 22.00 para pelakon masih silih berganti keluar masuk panggung memainkan cerita. Pementasan selesai sekitar pukul 22.30 yang diakhiri dengan munculnya seluruh tokoh ke atas panggung sebagai penutup.


Dewan adat menyelesaikan pertiakain lewat KALOSARA
foto by koheofilmskendari

Sesuai dengan dugaan saya sedari awal hendak menulis review ini; saya tak mampu menceritakan secara detail keseruan seluruh 12 babak dalam PILKADES, begitupun dengan beberapa penilaian kekurangan dari pementasan. Sebab, rasa-rasanya, keping ingatan saya seakan telah ditelan oleh hati yang sampai saat ini dipenuhi rasa riang gembira dengan kesuksesan Ganda Gong Teater Kendari yang telah berhasil dalam memungkin hal yang 'tidak' mungkin terjadi di kota Kendari; sebuah keberanian menyajikan pementasan besar yang memukau.

Pertikaian mendamai lewat KALOSARA
Foto by koheofilmskendari
Lewat "PILKADES", Ganda Gong Teater Kendari beserta crew yang terlibat berhasil menjadikan Taman Kota Kendari serta 300an penonton sebagai saksi pementasan teater asik nan apik pertama yang terbesar di bumi Anoa ini.

Satu kata untuk penulis naskah dan sutradara PILKADES Al Galih; Cadas! 




Author: Yusuf I W
Editor: Riqar Manaba
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar