Sedikit Tentang Buku "Lantai 2" Karya Kolaborasi Penulis Muda Kendari, Yusuf IW dan Eby Tabita

Cover Buku Lantai 2

SULTRANESIA, Kendari - Yusuf di Kendari, sementara Eby sedang melakukan perjalanan literasi di pulau Jawa. Pada jarak yang memisah, wacana kolaborasi itu akhirnya membumi lewat lahirnya sebuah buku bertajuk "Lantai 2".

Karya kolaborasi ini lahir dari hasil perkenalan mereka lewat barter karya masing-masing. Yusuf memberi Eby buku "Is This Love", Eby menyerahkan buku "Biru Tosca" ke Yusuf. Dari hasil perkenalan karya inilah mereka kemudian intens ngopi, bertukar ide, bercakap-cakap panjang lebar, juga sesekali berdebat. Akhirnya muncullah sebuah gagasan bersama untuk merajut kumpulan cerpen mereka menjadi sebuah buku di sekitar April 2017.

Untuk diketahui, dalam perjalanannya dikepenulisannya, Yusuf IW telah melahirkan beberapa buku. Diantaranya: Is This Love (2016) dan Lembah Lelaki (2017). Sedangkan Eby Tabita sebelumnya telah merilis buku Biru Tosca (2017) dan di tahun yang sama mengeditori lahirnya buku Merajut Fenomena Komunikasi: Media Remaja dan Budaya.

Belum terang apa isi buku dari ke dua penulis muda Kendari paling produktif di 2 tahun belakangan ini. Selain pada sinopsis "Lantai 2" mereka bergumam:

"Disini. Dilantai 2. Aku selalu berimajinasi. Tak sekadar berimajinasi. Aku berimajinasi tentang bagaimana kisah kita selanjutnya. Sudah beberapa windu aku memikirkan hal yang menurutku hanya menyakitiku saja setiap detiknya tetapi tetap saja aku lakukan padahal kabarmu pun sudah tak kuketahui lagi. Setiap aku berada dan duduk di lantai 2 ini, kepalaku tak bisa tak memikirkanmu. Orang-orang di tempat ini pun hanya membiarkanku melakukan hal yang menurut mereka adalah pekerjaan bodoh dan menyakiti diri sendiri. Aku mengabaikan perkataan mereka. aku menikmati apapun yang berhubungan denganmu di lantai 2 ini." Lantai 2 - Yusuf Idris Wilo

"Aku hanya pernah satu dua kali bertemu dengan beberapa orang—entahlah, mungkin orang yang sama atau benar orang yang beda, karena aku tak bisa menghafal wajahnya—di bawah tali jemuran, ataupun berpapasan di area kamar mandi yang digunakan bersama itu. Semakin aku merasa kesepian semakin aku ingin pindah, tapi selalu urung.

Di sisi lain dari tidak saling mengenalnya kami sebagai tetangga satu lantai, aku merasa cukup dekat dengan mereka hanya karena melihat barang-barang mereka di depan kamar masing-masing. Sepatu-sepatu, bahkan baju-baju mereka yang sedang dijemur. Percayalah, di lantai dua ini aku lebih sering berjumpa dengan baju-baju dan sepatu-sepatu mereka dari pada dalam wujud manusianya. Namun, ada satu hal yang kusukai dari tempat ini, hening. Lingkunganku di lantai dua ini sangat tenang dan damai. Cocok denganku yang tidak suka keramaian." Lantai 2 - Eby Tabita

Dengan bantuan Ellunar Publish, sebuah percetakan buku indie di kota Bandung, shobat pembaca sudah bisa memiliki buku "Lantai 2" di akhir April ini. Telah dibuka Pre-Order buku ini mulai tanggal 5 hingga 25 April 2018 dengan harga Rp. 60.000. Pemesanan bisa dilakukan dengan menghubungi 082248807774.



Author: Ghina
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar