Skena Teater Kendari & Sajian "PILKADES" Ganda Gong Teater Kendari Pada 7 April 2018

BTS Pementasan "PILKADES" Ganda Gong Teater Kendari
(Foto: Susilo Rahardjo)

SULTRANESIA, Kendari - Pergerakan skena teater independen di kota Kendari berjalan cukup dinamis. Ada beberapa komunitas yang memilih medium seni teater sebagai ruang untuk mengekspresikan keresahan. 

Antara lain:

Teater Sendiri (TS)
Lahir pada tahun 1992. Sedari kemunculannya, dengan melakukan workshop, diskusi, dan pemantasan, komunitas ini telah melahirkan regenerasi yang kemudian menjadi kreator di beberapa komunitas yang lahir setelahnya. Hingga kini, frontmen dari Teater Sendiri yaitu Achmad Zain masih aktif melakukan workshop teater pada kalangan remaja di lintas daerah Kendari dan sekitarnya. Serta pada tahun 2014, diumurnya yang ke 50 tahun, beliau melakukan tour pementasan "KESAKSIAN" (terinspirasi dari sajak "Reportase Kematian" karya Irianto Ibrahim) di berbagai titik lintas wilayah Indonesia, bahkan hingga Malaysia. Kini, perjalanan "KESAKSIAN" telah mencapai titik ke 48 yang ditunaikan di Panggung Halaman Rumah Komunitas Kertas Budaya Bali pada 11 Maret 2018 yang lalu. Kabarnya, tour "KESAKSIAN" menyisakan dua titik. Dimulai diusia 50 tahun, perjalanan "KESAKSIAN" akan diselesaikan hingga mencapai titik ke 50.

Unit Kegiatan Seni Universitas Haluoleo (UK Seni UHO)
Lahir pada tahun 1993. Sebenarnya, UK Seni UHO tidak hanya fokus pada teater. Melainkan juga pada medium musik, tari dan lainnya. Namun, eksistensi dari  komunitas ini turut mewarnai skena teater Kendari. Bisa dilihat dari beberapa 'lulusannya' yang kini mewarnai peristiwa sajian seni teater di Kendari. Sebagai misal salah satu 'suhu' UK Seni yaitu Iwan Ghibran yang lebih populer dengan sapaan Iwan Arab. Karena UK Seni merupakan unit kegiatan mahasiswa Universitas Haluoleo, maka Iwan Ghibran dari luar kelembagaan melakukan 'provokasi positif' ke UK Seni UHO untuk terus melahirkan naskah dan pementasan teater. Misalnya inisiasi beliau lewat pentas reuni akhir tahun UK Seni UHO. Juga hingga kini, beliau sebagai ronin masih eksis melakukan pementasan monolog bersama generasi muda yang memiliki ketertarikan di teater. Selain Kak Iwan, ada Sidin La Hoga atau yang lebih akrab dengan panggilan Papi. Papi sebagai keluaran UK Seni masih melakukan pelatihan dan pementasan monolog. Terakhir, redaksi SULTRANESIA mengamati penggarapannya di sebuah peristiwa seni pada 25 November 2017 di area X-MTQ Kendari.

Ganda Gong Teater Kendari
Satu dekade setelah kepulangannya menimbah ilmu di Bengkel Teater Rendra (BTR) pada 2003-2005, Al Galih kemudian membentuk Ganda Gong Teater Kendari pada tahun 2015. Ada beberapa sajian pementasan teater yang telah diramu racik oleh beliau di Kendari. Baik dalam naungan Ganda Gong, maupun atas nama kelompok lain. Diantaranya: Wandiu-diu (2012, Kelompok Teras Budaya), Parodi Madona (2016, atas nama Komunitas Sastra Muda), dan Pagi Bening (2016, Ganda Gong Teater Kendari). Kini, selang dua tahun nomor Pagi Bening, Ganda Gong Teater Kendari kembali keluar ke permukaan dengan menyajikan pementasan teater bertajuk "PILKADES".

Selain tiga kumpulan kelompok di atas, adapula komunitas lain yang juga eksis menghiasi hidangan seni teater di kota Kendari. Seperti Laskar Sastra (LASTRA) UHO yang memiliki unit kuartet teater, Forum Insan Seni Pertanian (FISTA) UHO, dan juga sanggar-sanggar yang ada di sekolah-sekolah menengah di kota Kendari, serta komunitas lain yang (mungkin) karena kurang eksis, kehadirannya tak terjangkau oleh SULTRANESIA.

***

"KALAU NAMAMU HITAM DI KORAN, KORAN ITU BISA DIBAKAR
KALAU HITAM DI PUISI, AKAN ABADI SELAMANYA"
Al - Galih


Pada 7 April 2018 nanti, Ganda Gong Teater Kendari akan mengadakan pementasan teater kolosal terbesar di kota Kendari. Selama tiga bulan lebih, para anggota dan talent yang tergabung dalam Ganda Gong telah mempersiapkan pementasan ini. Bertempat di Taman Kota Kendari, pementasan akan berlangsung selama dua jam lebih dalam pembagian 12 babak. Pementasan ini bertajuk "PILKADES". Diangkat dari naskah sutradara Al-Galih yang juga sebagai frontmen Ganda Gong Teater Kendari. Pelakon-pelakon yang terlibat antara lain Topan Megabayu, Hardita Hatta, Arysandi Masda, Wa Ode Nur Iman, Marwan, Cici Nur Laela, Ramadoni, Sri Yutisan, Aditya Aulia Rauf, Taufiq, Lili Karliani, Eko Saputra, Echa Wiryoasih, Wa Ode Sitti Jumiati, Ahmad Adi Fitrah, Ria Lisdayanti, Ika Yuli Pratiwi, Iis Rewa, Hartini S, Karmila, Didin, dan Ardan.

Penjiwaan para aktor "PILKADES" saat melakukan sesi latihan.
(Foto: Susilo Rahardjo)
Dari pemantauan kami di jagat maya satu pekan terakhir, pementasan ini menarik perhatian dan dibicarakan oleh para akademisi, pencinta, penikmat, dan pengamat seni di Kendari dan sekitarnya. Ganda Gong Teater Kendari sebelumnya telah melakukan mini art gig lewat MALAM STANZA di Rumah Kopi 41 pada 9 Maret 2018 sebagai ajang promo menuju pementasan terbesarnya.

Penikmat seni ditimpali rasa penasaran, akan seperti apa ramuan Al Galih pada pementasan teater dengan 22 pemain silih berganti di atas panggung berdurasi sekitar dua jam lebih ini.

"PILKADES" dapat ditonton oleh semua kalangan pada 7 April 2018 di Taman Kota Kendari. Tiket seharga Rp. 30.000,-. Kursi hanya tersedia untuk sekitar 500 penonton. Narahubung acara Budur 082311819781.


Author: Riqar Manaba & Yusuf IW.
Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

1 komentar :