Serunya “SHOWROMBIPI” Racikan KOLAKA BERLIBUR


Oleh : Yusuf IW

Tanggal 8 September kemarin, menjadi kesekian kalinya saya bertandang ke Bumi Mekongga, Kolaka. Kali ini, kedatangan saya hendak untuk menikmati acara Show Rombipi dari Kolaka Berlibur. Dengan sebuah kuda besi, dari Kendari saya menempuh jarak sejauh 116.2 kilometer menuju puncak pohon pinus yang terletak di Kolaka Timur. Kolaka dan sekitarnya memang seringkali menjadi pilihan ketika diri yang rapuh ini sudah merasa penat bergelut dengan hiruk-pikuk ibu kota Sulawesi Tenggara.

Setelah meneguk secangkir kopi hitam, menyulut beberapa batang rokok dan berjalan di jalan setapak pohon pinus menuju venue, keunikan acara mulai terasa. Dengan mengangkat tema “SHOWROMBIPI”, panitia Kolaka Berlibur menyulap puncak pinus Sorombipi menjadi tempat yang asik untuk menyatu dan menikamati alam.


Tepat pukul 8 malam, acara dibuka dengan mantap oleh Wandy Botack dan partner selaku pemandu acara. Ari tampil tunggal mewarnai pembukaan acara dengan membawakan nomor nomor Iksan Skuter dan Hankestra. Musik Dua Warna melanjutkan dengan paduan alat musik tradisional dan modern. Seperti menghipnotis penonton, acara terus mengalir menampilkan Musikalisasi Puisi (Didit), Pembacaan Puisi (Tian), Holic Day Band, Stand Up Comedy (Ical Cempreng dan Ugi), Dersana (Kendari), Apping Pinkertune, Bertiga Band, Juju and Friends. Apresiasi dan embun yang berkeliaran di antara tenda-tenda penginapan menutup sesi malam Kolaka Berlibur.


Ketika beristirahat, ada pertanyaan yang terbersit di benak saya. Bagaimana event ini bisa terlaksana? Event yang sudah lama saya nanti-nantikan di Bumi Anoa ini. Pertanyaan tersebut bertahan hingga pagi dan terjawab ketika bertemu dengan Wawi (salah satu founder Kolaka Berlibur). “Kolaka Berlibur sebenarnya adalah gagasan yang sudah lama sejak tahun 2012 yang tertidur karena belum ada spot yang cocok pada saat itu. Kemudian baru bisa terelesiasi sekarang ini. Inti dari Kolaka Berlibur sifatnya ingin mengedukasi kepada masyarakat bahwa pentingnya alam terhadap manusia. Jadi, alam bukan dialihfungsikan untuk kepentingan-kepentingan komersil. Padahal hutan itu sangat bermanfaat dan bisa difungsikan masyarakat luas untuk berlibur dan salah satunya adalah explore wisata. Dan Insya Allah akan ada lanjutan dari kegiatan ini. Eksplore wisata itu tidak perlu keluar kota. Daerah saja dengan pengembangan wisata lokal sudah bisa.” Terang Wawi saat penutupan Kolaka Berlibur jam 8 pagi.

Sebelum meninggalkan venue, panitia pelaksana menginformasikan bahwa Kolaka Berlibur sebagai event organizer holiday planner, berencana akan kembali menyuguhkan volume kedua di lokasi yang berbeda. Menarik untuk dinantikan!

Share on Google Plus

About SULTRANESIA TV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar