BEM FH UHO Tantang APH! Segera Usut Dugaan Penyerobotan Lahan oleh PT Merbau Jaya


Kendari - PT Merbau Jaya Indah Raya diduga menyerobot lahan warga di Desa Rakawuta, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan. Tanah yang telah bertahun-tahun dirawat dan ditanami dengan keringat serta harapan, kini diklaim sepihak tanpa izin.
Aroma ketidakadilan menyengat. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (BEM FH UHO) pun angkat suara, menantang Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan.
Menteri Advokasi & Pergerakan BEM FH UHO, Adam Tri Saputra, mengecam tindakan PT Merbau Jaya yang dinilai tidak hanya melawan hukum, tetapi juga menginjak martabat warga.
“Perusahaan ini keterlaluan! Mereka menyerobot lahan tanpa izin, padahal warga telah menanami kebunnya dengan sayur, pala, dan tanaman lain,” tegas Adam, Senin (17/3).
Menurutnya, PT Merbau Jaya bukan hanya melanggar etika, tetapi juga hukum. Perjanjian antara perusahaan dan warga seharusnya memberi kepastian, namun yang terjadi justru sebaliknya, setelah lima tahun tanpa tindak lanjut, tiba-tiba lahan diklaim kembali seolah hak itu tak pernah pudar.
“Tindakan ini jelas perbuatan melawan hukum! Dalam hukum perdata, perjanjian berakhir jika sudah daluwarsa. PT Merbau Jaya tidak lagi memiliki hak atas lahan tersebut,” tandas Adam.
Lebih dari sekadar retorika, BEM FH UHO mengingatkan bahwa perusahaan ini berpotensi dijerat Pasal 1 ayat (1) huruf A UU No. 51 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak.
Dengan nada penuh ketegasan, BEM FH UHO mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara serta Aparat Penegak Hukum untuk tidak tinggal diam. Mereka menuntut tindakan nyata agar hukum tidak sekadar menjadi kata-kata di atas kertas.
Jika hukum tak segera ditegakkan, bukan tidak mungkin ini akan menjadi preseden buruk, tanah rakyat terus dirampas, dan keadilan hanya menjadi mitos.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaMahasiswa UHO Dukung Polresta: Lawan Premanisme, Buka Pintu Investasi!
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







