BPS Ungkap Penyumbang Inflasi Terbesar di Kendari: Transportasi Sentuh 0,74 Persen


Kendari - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari membeberkan komponen utama pendorong inflasi November 2025 dalam rapat resmi yang digelar di Kantor BPS Kota Kendari pada Senin 1 Desember.
Paparan yang disampaikan langsung oleh Kepala BPS Kota Kendari, Sultriawaty, menunjukkan bahwa kelompok transportasi menjadi faktor dominan dalam peningkatan harga bulan berjalan.
Dalam laporan resminya, Sultriawaty menyebut inflasi bulanan Kota Kendari pada November tercatat sebesar 0,06 persen.
Inflasi year on year dari November 2024 hingga November 2025 mencapai 2,78 persen.
Adapun inflasi year to date atau akumulasi sejak Januari hingga November 2025 berada pada tingkat 2,69 persen.
Dari 11 kelompok pengeluaran yang dihitung dalam Indeks Harga Konsumen (IHK), lima kelompok mengalami kenaikan indeks, tiga kelompok turun, dan tiga lainnya stabil.
Pola ini mencerminkan dinamika harga yang bergerak tidak merata sepanjang November, dipengaruhi faktor musiman serta perubahan perilaku konsumsi masyarakat.
Kelompok transportasi tercatat sebagai penyumbang inflasi terbesar pada periode tersebut.
“Andil kelompok transportasi tercatat sebesar 0,12 persen, dengan tingkat inflasi mencapai 0,74 persen,” ujar Sultriawaty.
Komponen harga jasa dan tarif yang berkaitan dengan mobilitas masyarakat disebut menjadi pemicu utama peningkatan.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menyumbang inflasi cukup signifikan, yakni 0,09 persen.
Sebaliknya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penekan inflasi dengan andil minus 0,13 persen.
Beberapa komoditas pangan bahkan menunjukkan penurunan harga yang cukup konsisten.
“Alhamdulillah, beras mengalami deflasi 0,19 persen. Cabai rawit 0,04 persen, serta terong, tomat, air kemasan, dan ikan tembur masing-masing deflasi 0,02 persen. Mobil, ikan tanjak, telur ayam ras, dan cumi-cumi juga deflasi 0,01 persen,” jelasnya.
BPS menilai bahwa meskipun terdapat tekanan harga dari sektor transportasi, keseluruhan laju inflasi di Kota Kendari masih berada dalam kategori moderat dan terkendali, sejalan dengan target pengendalian inflasi daerah.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaKapolda Sultra Kirim 23 Ton Beras untuk Korban Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







