Bupati Muna Barat Terpukul atas Insiden Viral di RSUD: Ini Langkah Perbaikannya

Sultranesia
2 Min Baca
Bupati Muna Barat Terpukul atas Insiden Viral di RSUD: Ini Langkah Perbaikannya
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, saat menyampaikan sambutan dalam kunjungan ke RSUD Muna Barat sebagai respons atas insiden pelayanan yang sempat viral, Senin (30/6). Foto: Dok. Istimewa.

Muna Barat - Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan kunjungan lapangan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Senin (30/6), sebagai respons cepat atas insiden pelayanan yang sempat viral beberapa hari terakhir.

La Ode Darwin mengaku mendapat informasi langsung dari keluarga pasien dan menonton video kejadian yang beredar luas.

“Selama empat bulan terakhir, nama Muna Barat banyak mendapat perhatian positif bahkan sampai ke tingkat nasional,” ujarnya.

“Tapi hanya dengan satu kejadian, semuanya bisa terganggu. Asumsi publik kemudian terbentuk seolah-olah RSUD kita lebih berorientasi pada aspek administratif daripada kebutuhan pelayanan masyarakat. Saya sebagai Bupati sangat terpukul,” ungkapnya.

Bupati menegaskan bahwa dirinya tidak menyalahkan tenaga kesehatan, namun prihatin atas dampak psikologis yang dialami para nakes akibat insiden kekerasan yang terjadi.

Ia mengakui adanya miskomunikasi soal informasi ke keluarga pasien dan kondisi di lapangan.

Sebagai langkah perbaikan, Bupati menginstruksikan RSUD membuat surat pernyataan dari keluarga pasien saat rujukan belum disetujui sistem, agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

Terkait perlindungan tenaga medis, Bupati menyampaikan bahwa tindakan kekerasan tidak bisa ditoleransi dan akan menempatkan personel Satpol PP di RSUD sebagai antisipasi.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Muna Barat, Alibasa, mengajak seluruh elemen RSUD untuk menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi bersama.

“Kita semua harus introspeksi. Yang kurang kita perbaiki, yang sudah baik kita tingkatkan. Tetap semangat dan jaga kekompakan,” ujarnya.

Direktur RSUD Muna Barat, M. Syahril Fitrah, melaporkan bahwa insiden tersebut telah ditindaklanjuti dengan investigasi internal oleh Inspektorat Kabupaten Muna Barat.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus berupaya memperbaiki pelayanan. Kejadian ini menjadi pelajaran besar bagi kami agar tidak terulang lagi,” ujarnya.

Syahril juga memaparkan kendala yang dihadapi RSUD seperti minimnya personel keamanan dan keterbatasan infrastruktur.

Namun pembangunan gedung baru RSUD tetap berjalan, dengan proses lelang akan dimulai pada Agustus dan pembangunan dilakukan selama dua tahun secara multiyears.


Editor: Redaksi

Berita Berikutnya2.140 Koperasi Merah Putih di Sultra Resmi Berbadan Hukum, Target Tuntas Jelang Peluncuran Presiden
Bagikan:

Baca Juga