Dandrem Perintahkan Kejar Oknum TNI Buton Diduga Hamili dan Paksa Aborsi Pacar


Buton - Komandan Korem (Dandrem) 143/Halu Oleo, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, memerintahkan Kodim 1413/Buton untuk melakukan pencarian terhadap oknum prajurit TNI berinisial Pratu LYS (23). Prajurit tersebut diduga menghamili kekasihnya, HH (25), memaksa korban melakukan aborsi, lalu melarikan diri dari satuan.
Brigjen Wahyu menyampaikan bahwa pihaknya telah mengetahui kasus yang melibatkan Pratu LYS. Ia menegaskan, institusi TNI tidak akan melindungi anggota yang melakukan pelanggaran, terlebih jika berkaitan dengan dugaan tindak pidana dan pelanggaran disiplin militer.
Atas dasar itu, ia telah menginstruksikan Komandan Kodim 1413/Buton untuk segera melakukan pengejaran dan menindak yang bersangkutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Saya sudah perintahkan Dandim 1413/Buton untuk melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan. Untuk perkembangan selanjutnya, bisa dikoordinasikan langsung dengan Dandim,” kata Wahyu, Selasa (13/1).
Wahyu menjelaskan, Pratu LYS diketahui telah meninggalkan tugas atau berstatus desersi sejak 8 Desember 2025, di tengah proses penanganan kasus dugaan perbuatannya. Hingga kini, yang bersangkutan belum kembali ke satuan dan keberadaannya belum diketahui.
Ia menambahkan, apabila hingga batas waktu yang ditentukan Pratu LYS tidak juga ditemukan, maka akan ditempuh langkah administratif berupa pemberhentian tidak dengan hormat dari dinas militer.
“Apabila sampai 8 Maret 2026 tidak ada kabar, secara administrasi akan dipecat. Namun status desersi tetap berjalan dan yang bersangkutan akan masuk daftar pencarian orang karena itu merupakan tindak pidana militer,” tegasnya.
Meski demikian, Wahyu menegaskan bahwa pemecatan tidak serta-merta menghentikan proses hukum. Jika Pratu LYS berhasil ditangkap, ia tetap akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Jika didapat, tetap diproses hukum di pengadilan militer walaupun sudah dipecat,” ujarnya.
Terkait penanganan korban, Wahyu menyampaikan bahwa apabila Pratu LYS nantinya telah diberhentikan dari dinas, korban dapat menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke kepolisian setempat. Hal itu karena status Pratu LYS akan kembali sebagai warga sipil setelah proses administratif selesai.
Meski begitu, ia berharap Pratu LYS dapat segera ditemukan sebelum batas waktu pemecatan agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sementara itu, Komandan Kodim 1413/Buton, Letkol Inf Arif Ariyanto, membenarkan bahwa Pratu LYS merupakan anggota Kodim 1413/Buton. Ia menyebut pihaknya telah menerima informasi terkait dugaan kasus tersebut, namun yang bersangkutan telah meninggalkan tugas dan berstatus desersi selama sekitar lima pekan.
“Benar, dia anggota saya. Informasi sudah kami terima, tetapi sampai sekarang yang bersangkutan telah desersi dan meninggalkan tugas,” kata Arif.
Arif menambahkan, Kodim 1413/Buton terus berupaya melakukan pencarian serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Ia juga meminta korban dan keluarga untuk bersabar serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada institusi TNI sesuai prosedur yang berlaku.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaTiga Anak di Kolaka Lolos dari Maut di Tengah Laut
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







