Darwin Ancam Cuci Gudang Inspektorat Muna Barat, Semua Diganti Orang Baru

Sultranesia
2 Min Baca
Darwin Ancam Cuci Gudang Inspektorat Muna Barat, Semua Diganti Orang Baru
Bupati Muna Barat La Ode Darwin. Foto: Dok. Istimewa.

Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, geram terhadap kinerja Inspektorat Muna Barat. Ia bahkan mengancam akan melakukan perombakan besar jika lembaga pengawasan internal pemerintah daerah itu tidak segera memperbaiki mekanisme kerjanya.

Ancaman tersebut disampaikan Darwin saat memimpin apel gabungan ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Muna Barat di halaman Kantor Bupati, Senin (5/10/2026).

Darwin menyoroti Inspektorat yang disebut melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa dan kepala sekolah tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan pimpinan daerah.

Menurutnya, setiap pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat harus memiliki mekanisme yang jelas serta dilaporkan kepada pimpinan. Ia mempertanyakan pemeriksaan yang dilakukan tanpa sepengetahuannya selama menjabat sebagai bupati.

“Selama saya satu tahun delapan bulan, tidak pernah mendapatkan laporan secara resmi apa yang diperiksa dan apa yang sudah dilakukan,” kata Darwin.

Darwin menilai persoalan tersebut perlu segera ditertibkan. Ia meminta Sekda Muna Barat memastikan seluruh jajaran Inspektorat menjalankan tugas sesuai prosedur dan berada dalam kendali pemerintahan daerah.

Ia bahkan membuka kemungkinan mencopot pejabat di lingkungan Inspektorat apabila hasil evaluasi menemukan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan tugas.

“Kalau Irban yang salah, cabut Irban. Kasih hukuman. Kalau inspekturnya yang salah, copot inspekturnya,” tegasnya.

Darwin juga memperingatkan agar Inspektorat tidak menjalankan kewenangan seolah-olah menjadi lembaga yang berdiri sendiri di luar struktur pemerintahan Kabupaten Muna Barat.

“Jangan Anda menjadi lembaga yang superpower di Kabupaten Muna Barat,” ujarnya.

Ia kemudian mengungkapkan kekesalannya dengan menyebut kemungkinan melakukan perombakan menyeluruh terhadap jajaran Inspektorat jika persoalan tersebut tidak dibenahi.

“Lama-lama saya cuci gudang ini Inspektorat ini. Semua Inspektorat kasih keluar, ganti dengan orang baru,” kata Darwin.

Selain persoalan koordinasi, Darwin juga mengaku menerima laporan bahwa sejumlah kepala desa justru lebih takut ketika dipanggil Inspektorat dibandingkan ketika dipanggil bupati.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam tata kelola kewenangan yang harus segera diluruskan.

“Kalau Inspektorat yang panggil, lompat semua itu kepala desa. Mereka lebih takut kepada Inspektorat daripada kepada Bupati dan Wakil Bupati,” katanya.

Darwin menegaskan dirinya tidak mempersoalkan fungsi pengawasan Inspektorat. Sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Inspektorat tetap memiliki tugas melakukan pengawasan dan pembinaan.

Namun, ia meminta pelaksanaan tugas tersebut tetap mengikuti prosedur dan berkoordinasi dengan pimpinan daerah.

“Tugas Anda itu sudah benar. Tetapi prosedurnya yang keliru,” ujar Darwin.

Darwin kemudian memberikan waktu kepada Sekda Muna Barat untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut. Ia mengingatkan bahwa Inspektorat seharusnya menjadi bagian dari pembinaan internal pemerintah daerah, bukan bekerja di luar koordinasi pimpinan.

“Saya kasih Anda satu minggu. Kalau Anda tidak bereskan, saya yang bereskan nanti,” tegasnya.


Editor: Denyi Risman

Berita BerikutnyaCek Kesehatan Gratis, 58 Pegawai Kanwil Ditjenpas Sultra Diperiksa
Bagikan:

Baca Juga