Disorot Warga, Kades Bone-Bone Muna Ngaku Anak Terganggu Mental Akibat Kasus Dana Desa


Muna - Polemik dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) di Desa Bone-Bone, Kecamatan Batukara, Kabupaten Muna, terus memanas. Setelah sebelumnya sejumlah warga melaporkan Kepala Desa Bone-Bone, La Ode Muslimun, ke Kejaksaan Negeri Muna atas dugaan markup anggaran dan kegiatan fiktif tahun anggaran 2024, kini sang kepala desa akhirnya buka suara.
Dalam keterangannya, Muslimun menegaskan membantah seluruh tudingan tersebut. Ia menilai klaim warga yang menyebut adanya korupsi terlalu dini karena belum ada pemeriksaan resmi dari aparat pengawas.
“Jelas lah kita bantah. Kok bisanya belum diperiksa (penggunaan anggaran tersebut oleh pihak terkait, Red) sudah dinyatakan bahwa korupsi,” kata Muslimun saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, Rabu (27/8).
Meski begitu, ia tak menampik laporan warga sudah masuk ke Kejaksaan. Muslimun mengaku memilih diam setelah membaca pemberitaan terkait dirinya.
“Makanya setelah saya membaca ya sudah mi saya diam saja,” ujarnya.
Soal tudingan kegiatan seremonial fiktif seperti Maulid, Isra Mi’raj, dan Kaago-Ago yang disebut warga tidak pernah terlaksana meski tercatat dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dana Desa 2024, Muslimun meminta masyarakat bersabar. Menurutnya, hal itu akan terjawab melalui pemeriksaan inspektorat.
“Tidak ada kone begitu, kita tunggu saja pemeriksaan inspektorat sudah masuk di sana,” tegasnya.
Namun di tengah tekanan kasus ini, Muslimun justru menyinggung kondisi keluarganya. Ia mengaku pemberitaan dugaan korupsi yang menyeret namanya berdampak pada psikologis anaknya.
“Saya melihat kondisi mentalnya anak saya, tolong pahami itu ya. Kondisi mentalnya anak saya ini sudah satu hari satu malam tidak tidur, tidak makan,” tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah warga Bone-Bone resmi melaporkan Muslimun ke Kejaksaan Negeri Muna, Jumat (22/8). Laporan itu menuding adanya markup harga material proyek desa, seperti pasir dan tanah timbunan, hingga manipulasi honorarium pekerja.
Dalam dokumen RAB, harga pasir tercatat Rp246.000 per kubik, sementara harga pasar hanya Rp175.000. Begitu pula dengan tanah timbunan yang tercatat Rp70.000 per meter kubik, padahal di lapangan hanya Rp20.000 per ret.
Warga menduga kerugian negara akibat praktik ini mencapai ratusan juta rupiah, bahkan berlanjut pada anggaran tahun 2025 yang kini sedang berjalan. Selain itu, laporan turut menyoroti dugaan kegiatan fiktif dalam LPJ desa, mulai dari perayaan keagamaan hingga acara adat.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaFenomena Sherly Tjoanda Laos: Gubernur Maluku Utara Lebih Populer dari Politisi Sultra
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







