Dua Honorer yang Segel Kantor DPMPTS Mubar Minta Maaf ke Pj Bupati


Mubar - Dua honorer yang merudak kantor DPM-PTSP Muna Barat, LD Harmin dengan Agus, beberapa waktu meminta maaf kepada Pj Bupati, Dr Bahri.
Keduanya menyampaikan langsung permintaan maaf itu kepada Dr Bahri sebagai representasi Pemda Mubar pada Minggu (9/4) malam.
Di hadapan Pj Bupati, keduanya juga menyampaikan alasan mereka menyegel kantor tersebut karena gaji mereka pada periode Januari 2023 hingga saat ini belum dibayar.
Menurut keduanya, mereka melakukan penyegelan itu juga secara spontan karena sempat menanyakan soal gaji namun tak ditanggapi oleh Kadis DPMPTSP Mubar, LD Hanafi.
“Terjadi spontan saja kita segel itu kantor. Kalau dari awal kita dikasih tahu mungkin tidak akan terjadi juga. Makanya kita emosi karena pak Kadis pas kita temui malah marah-marah,” kata Ld Harmin saat ditemui wartawan usai bertemu Pj Bupati.
Keduanya pun mengakui menyesali perbuatan tersebut, dan ingin meminta maaf. Mereka juga menegaskan bahwa tak ada niat untuk merusak citra Pj Bupati, kejadian tersebut dilakukan spontan karena rasa jengkel.
"Kita berdua datang minta maaf. Tidak ada tujuan lain untuk merusak Pak Bupati. Kita hanya tanyakan soal honor kita kenapa belum dibayar. Padahal yang lain sudah terima, itu saja," ungkapnya.
Mereka menjelasakan, jumlah honorer di DPM-PTSP Mubar ada 23 orang, namun yang disesalkan sekitar 18 orang yang belum terima honor, termasuk mereka berdua.
Kemudian yang mereka sesalkan juga adalah perlakuan beberapa oknum pegawai DPMPTSP itu sendiri. Dari awal, menurutnya apa yang dilakukan itu hanya tidak ada komunikasi dari dinas. Upaya yang mereka lakukan justru termarginalkan.
"Kita sudah minta maaf sama Pak Bupati. Soal keluhan kami pak Pj akan segera tindak lanjuti. Sudah mi tadi, tidak ada masalah mi, hanya caranya saja mereka (Kadis) tidak bagus. Kita lakukan juga itu spontan secara tiba - tiba," kata Agus menambahkan.
Terkait dengan permasalahan tersebut, Pj Bupati Mubar, Bahri akan melakukan langkah - langkah untuk mempertemukan pihak DPMPTSP dengan honorer yang merasa dirugikan.
“Permasalahan ini akan saya fasilitasi pertemuan dengan dinas PTSP yang saat ini akan menempuh jalur hukum akibat peristiwa penyegelan kantor,” katanya.
Selain itu, Bahri juga akan memastikan honorer tersebut apakah ada perjanjian kerja saat mereka mulai aktif di dinas terkait yang terhitung Januari 2023. Menurutnya, yang masuk dalam perjanjian kerja bagi honorer sebelumnya sudah didata dan disesuaikan dengan anggaran yang ada.
“Saya akan cek terkait perjanjian kerja awal tahun dan ketersedian anggaran yang ada terkait honorer dan meminta jaminan untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama,” tegasnya.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaDPM-PTSP Sultra Ciptakan Iklim Ivestasi Aman dan Mudah Bagi Investor di 2023
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







