Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu, PKK Sultra Kerahkan Ribuan Bibit di 17 Daerah


Kendari - Lonjakan harga cabai rawit yang menembus angka Rp100 ribu per kilogram di Kota Kendari mendorong Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menginisiasi gerakan tanam cabai serentak di 17 kabupaten dan kota, Rabu (16/7).
Sebanyak 9.200 bibit cabai ditanam dalam satu hari sebagai bentuk perlawanan terhadap inflasi pangan yang kian mengkhawatirkan.
Aksi penanaman ini dipusatkan di Kelurahan Purirano, Kota Kendari, dan dipimpin langsung Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sultra, Arinta Andi Sumangerukka.
Ia menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menghadapi gejolak harga bahan pokok, khususnya cabai rawit yang kini menjadi komoditas pemicu inflasi.
“Harga cabai rawit di Kota Kendari saat ini mencapai Rp100 ribu per kg, dan ini memberi dampak langsung terhadap inflasi daerah,” jelas Arinta di hadapan para peserta kegiatan.
Gerakan yang bertajuk “Gerakan Tanam Cabai untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Mengendalikan Inflasi melalui Penanaman Cabai di Pekarangan Rumah” ini bukan hanya simbolis, melainkan dirancang sebagai langkah berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan di level rumah tangga.
“Kita tidak hanya menanam. Kita akan pantau hingga panen tiga bulan ke depan. Ini bukan sekadar seremoni, tapi awal dari gerakan berkelanjutan yang harus menjadi gaya hidup keluarga Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara,” tegasnya.
Menurut Arinta, penanaman cabai di pekarangan rumah akan memberi manfaat ganda: mengurangi pengeluaran rumah tangga dan menjaga stabilitas pasokan serta harga cabai di pasaran.
Ia juga mendorong kader PKK di semua tingkatan untuk menjadi pelopor dan agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Dengan menanam cabai di pekarangan, masyarakat tidak hanya menghemat pengeluaran, tapi juga ikut menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan cabai di daerah,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaRutan Unaaha Gandeng Kemenag Konawe, Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







