Hingga Juli 2022, Ada 9 Kasus Pemerkosaan di Muna Barat


Kasus pemerkosaan di Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) tercatat hingga Juli 2022 sebanyak 9 kasus. Seluruh korbannya adalah perempuan.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Mubar, Suprihatin, Jumat (22/7). Ia mengajak kaum perempuan dan anak korban perkosaan tak takut untuk melaporkan kasus yang mereka alami.
DP3A, kata dia, selalu siap dengan tangan terbuka menerima permohonan perlindungan dari korban tindak pidana kekerasan seksual yang ingin meneruskan ke ranah hukum tetapi merasa terancam.
"Kami siap memberikan perlindungan bagi korban. Kita juga bekerjasama dengan sejumlah lembaga untuk memberikan perlindungan dan pendampingan. Jangan takut melaporkan kasus semacam ini. Kita tidak bisa berbuat apa-apa jika korban tidak melapor,” kata Suprihatin.
Dia juga menyinggung mengenai kasus perkosaan yang menimpa seorang perempuan di Kecamatan Maginti beberapa waktu lalu. Korban diperkosa oleh sembilan orang laki-laki, kemudian diselesaikan secara kekeluargaan.
“Sangat disayangkan kasus begini selesai secara kekeluargaan. Seperti yang terjadi di Kecamatan Maginti beberapa waktu lalu. Seorang wanita diperkosa bergiliran oleh sembilan laki-laki, lalu diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar wanita yang juga menjabat Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Mubar ini.
Seharusnya, lanjut Suprihatin, prosesnya tidak seperti itu. Kasus pemerkosaan harus diteruskan hingga ranah pengadilan dan pelaku dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Biar ada efek jera bagi para pelaku. Itu juga untuk mengurangi tindak kekerasan seksual terhadap perempuan di Mubar,” terangnya.
Terakhir, mantan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Mubar ini mengingatkan kepada masyarakat, bahwa penuntasan kasus semacam ini akan sangat penting untuk membantu memulihkan kondisi psikhis korban.
“Hal ini juga dapat menginspirasi perempuan lain yang pernah menjadi korban kasus serupa untuk berani bersuara,” tandasnya.
Laporan: Denyi Risman
Berita BerikutnyaReses di Muna, Ridwan Bae Tinjau Sejumlah Insfrastruktur
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







