Keluhan Pedagang Pasar di Mubar Disahuti Bupati, WC dan Air Bersih Dibangun Tahun Ini


Kendari - Keluhan pedagang Pasar Mekar Jaya, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), terkait minimnya fasilitas dasar akhirnya mendapat respons dari Bupati Mubar La Ode Darwin.
Para pedagang sebelumnya mengeluhkan tidak tersedianya fasilitas toilet dan air bersih di area pasar. Kondisi tersebut bahkan membuat pedagang maupun pengunjung terpaksa pergi ke semak-semak atau kawasan hutan di sekitar pasar ketika hendak buang air kecil.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati La Ode Darwin memastikan fasilitas dasar berupa kamar mandi dan sanitasi akan dibangun melalui APBD Perubahan 2026.
"Sudah saya usulkan kepada jajaran, akan dibangun di anggaran perubahan untuk kamar mandi, sebenarnya kamar mandi sudah ada, tapi memang sudah tidak layak, tapi nanti kita akan bangunkan yang baru agar pedagang dan pengunjung bisa menfaatkanya," kata Darwin kepada media ini di Kendari, Senin (10/8).
Menurut Darwin, perhatian terhadap fasilitas dasar tidak hanya diberikan kepada Pasar Mekar Jaya. Sejumlah pasar lain di wilayah Muna Barat yang telah diidentifikasi masih kekurangan fasilitas dasar juga akan mendapat pembenahan.
"Dengan pasar-pasar yang lain, ada beberapa pasar yang sudah kita diidentifikasi memang kurang maksimal pelayanan dasarnya seperti sanitasi itu nanti akan siapkan di anggaran perubahan tahun 2026 ini," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, para pedagang di Pasar Mekar Jaya mengeluhkan minimnya fasilitas dasar meski rutin membayar retribusi setiap hari. Mereka mengaku hingga kini belum menikmati fasilitas seperti toilet dan air bersih yang layak.
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang pedagang, Marwa Naura, melalui video yang diunggah di media sosial pada Senin (3/8).
Dalam video itu, Marwa mengungkapkan kekecewaannya karena pedagang maupun pengunjung terpaksa menuju semak-semak atau kawasan hutan di sekitar pasar saat ingin buang air kecil.
"Kami setiap hari pasar membayar, Pak, tetapi tidak ada WC. Kalau ada yang mau kencing harus pergi ke hutan, tolong kami Pak," ujar Marwa dalam video tersebut.
Marwa mengatakan, ratusan pedagang di Pasar Mekar Jaya setiap hari membayar retribusi kepada pengelola dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp2.000, Rp3.000, hingga Rp5.000.
Namun, menurutnya, kewajiban membayar retribusi tersebut belum diimbangi dengan penyediaan fasilitas pasar yang layak.
Selain toilet, ketersediaan air bersih juga menjadi persoalan serius, terutama bagi pedagang ikan dan bahan basah yang membutuhkan air untuk membersihkan lapak maupun diri mereka setelah berjualan.
"Kami penjual ikan sangat membutuhkan air karena pekerjaan kami bergelut dengan yang amis-amis," katanya, Kamis (6/8/2026).
Ia mengaku terpaksa membeli air kemasan menggunakan uang pribadi untuk memenuhi kebutuhan tersebut karena tidak tersedia sumber air bersih di dalam pasar.
Marwa juga menyebutkan bahwa berbagai keluhan telah berulang kali disampaikan kepada pengelola pasar. Namun hingga kini belum ada langkah nyata untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Kini, keluhan para pedagang tersebut mendapat respons dari Pemkab Mubar. Pemerintah daerah memastikan pembangunan fasilitas sanitasi dan air bersih akan disiapkan melalui APBD Perubahan 2026.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaDarwin Tegaskan Tak Akan Maju di Pilgub Sultra Jika ASR Masih Lanjut Periode Kedua
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







