Kemendikbud Gelar Sekolah Lapang Kearifan Lokal Masyarakat Adat Kapota


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat menggelar kegiatan sekolah lapang kearifan lokal pada masyarakat adat Kapota Wakatobi.
Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wakatobi, dengan melibatkan para tokoh adat bersama dengan pemuda-pemudi adat Kapota.
Kegiatan sekolah lapang kearifan lokal merupakan salah satu bentuk pendidikan kontekstual dalam rangka mendukung proses pemajuan kebudayaan oleh masyarakat adat.
Pada tahap awal penyelenggaraannya, kegiatan dilaksanakan pembekalan teknis bagi para pandu budaya masyarakat Adat Kapota pada Kamis dan Jumat 23 dan 24 Juni, dengan harapan para pandu budaya memahami teknik dan metode menemukenali dan menggali objek pemajuan kebudayaan sehingga tersusun Dokumen Temukenali Objek Pemajuan Kebudayaan (DTK).
Hadir dalam kegiatan pembukaan sekolah lapang tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wakatobi, La Aliwangi.
Aliwangi mengapresiasi adanya sekolah lapang kearifan lokal di Kabupaten Wakatobi dan menginginkan agar para pandu budaya nanti mampu menggali kekayaan sepuluh objek pemajuan budaya sebagai sumber identitas budaya di Kapota.
Agus Setiabudi selaku Pamong Budaya Ahli Madya dari Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat dalam sambutannya menyampaikan bahwa potensi kekayaan sumberdaya maritim di Pulau Kapota perlu dioptimalkan pengelolaannya berdasarkan adat istiadat melalui sekolah lapang kearifan lokal.
Sekolah lapang kearifan lokal memberikan ruang bagi generasi muda adat untuk belajar berbagai ragam kekayaan objek pemajuan kebudayaan milik masyarakat adat.
Sebagai salah satu bentuk pendidikan kontekstual, sekolah lapang kearifan lokal dapat dijadikan sebagai ajang regenerasi guna mempersiapkan keberlanjutan kepemimpinan adat istiadat. Melalui sekolah lapang generasi muda adat menemu kenali berbagai kekayaan ragam budayanya. Proses transfer pengetahuan antar generasi, dari para empu sebagai pemilik pengetahuan tradisional kepada para generasi muda berlangsung dalam sekolah lapang kearifan lokal.
Para pemuda-pemudi adat maupun para tokoh adat sepakat bahwa saat ini terjadi pengikisan budaya yang begitu kuat sehingga terdapat beberapa tradisi yang terancam punah di Kapota. Sekolah lapang kearifan lokal diharapkan mampu mengurai permasalahan tersebut.
Selain menemukenali berbagai ragam budaya yang terancam punah, sekolah lapang juga merevitalisasi kekayaan pengetahuan dan teknologi tradisional. Tidak sekedar merevitalisasi berbagai budaya yang akan punah, sekolah lapang juga berupaya memanfaatkan keberadaan teknologi dan pengetahuan tradisional yang ada sehingga mampu berkontribusi bagi ekonomi masyarakat adat di wilayah Adat Kapota. (Rls).
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaAnggaran Perjalanan Dinas Selalu Jadi Temuan Berulang BPK di Buteng
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







