Kepala Wilker Kolaka Utara Masih Bebas, KPJN Khawatir Bukti Bisa Dimanipulasi


Kendari - Desakan agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) segera menetapkan Kepala Wilayah Kerja (Wilker) Kolaka Utara sebagai tersangka terus menguat.
Konsorsium Pemuda Juang Nusantara (KPJN) menilai status hukum Kepala Wilker yang masih sebagai saksi justru berpotensi menghambat penegakan hukum dan membuka celah manipulasi bukti.
“Kalau sudah memenuhi unsur, kami minta Kepala Wilker juga segera ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Jenderal Lapangan KPJN, Dimas, dalam pernyataannya kepada media, Kamis (29/5).
Ia mengkhawatirkan, lambannya proses hukum justru bisa memberi ruang bagi yang bersangkutan untuk merusak barang bukti atau menghilangkan jejak.
“Jangan dibiarkan berlama-lama bebas karena bisa menjadi batu sandungan bagi penegakan hukum. Bisa saja dia melakukan manuver yang memperkeruh penyelidikan,” ujarnya.
Pernyataan ini disampaikan KPJN setelah menerima informasi terbaru terkait perkembangan kasus dugaan korupsi pertambangan ilegal di Kolaka Utara.
Menurut Dimas, berdasarkan temuan lapangan dan informasi yang mereka kantongi, peran Kepala Wilker sangat strategis dalam aktivitas pemuatan ore nikel, yang kini menjadi titik krusial perkara.
Tak hanya itu, KPJN juga mengungkap munculnya tersangka baru yang disebut-sebut sebagai sosok kunci dalam pengaturan aliran dana hasil tambang ilegal.
“Kami mendapat informasi bahwa tersangka baru ini adalah orang yang mengetahui secara rinci soal aliran dana. Karena itu kami meminta Kejati Sultra untuk mengungkap kasus ini hingga ke akar-akarnya, termasuk mengusut siapa saja yang menerima dana koordinasi,” tambahnya.
KPJN juga mengingatkan potensi perluasan perkara ke ranah pencucian uang, jika Kepala Wilker mencoba menyamarkan hasil kejahatan.
“Jangan sampai ini juga menyangkut tindak pidana pencucian uang,” tambah Dimas.
Menanggapi tekanan publik, Kepala Seksi V Intelijen Kejati Sultra, Ruslan, menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan profesional dan tidak dilakukan secara tergesa-gesa.
“Kami minta semua pihak bersabar. Penetapan tersangka itu tidak bisa asal-asalan,” terangnya.
Ruslan menjelaskan bahwa tim penyidik masih bekerja intensif untuk memperkuat bukti dan memastikan sejauh mana keterlibatan pihak-pihak terkait.
“Penyidik masih bekerja mengumpulkan bukti dan mendalami sejauh mana keterlibatan pihak-pihak terkait,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa jika semua unsur pidana terpenuhi, penetapan tersangka akan segera dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
“Jika unsur-unsur pidananya terpenuhi dan sudah diekspos dalam tim, tentu akan ditetapkan sebagai tersangka sesuai aturan,” tandas Ruslan.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaKasus Penikaman di Muna: Sudah 20 Hari Berlalu, Pelaku Belum Ditangkap Meski Identitas Diketahui
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







