KPK Didesak Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Bandara Kolaka Utara


Kendari - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak melakukan supervisi terhadap dugaan korupsi pembangunan bandara Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Tahun Anggaran 2020-2021.
Desakan itu disampaikan oleh massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sultra langsung di depan Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, Selasa (12/8).
Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo mengatakan, desakan yang disampaikan ke KPK setelah melakukan kajian terhadap hasil penyidikan Kejari Kolaka, di mana Bupati Kolaka Utara saat itu, selaku penanggungjawab anggaran tidak turut diadili dalam kasus itu.
Padahal, kata dia, peran Bupati Kolaka Utara seharusnya sangat jelas, baik dalam melibatkan keluarganya sebagai kontraktor maupun saat melakukan pinjaman dana Rp 100 miliar ke Bank Sultra.
"Ini yang buat kami heran, Bupati Kolaka Utara ini sangat aktif dalam proses pembangunan bandara, namun untuk konsekuensi hukumnya, seolah-olah bupati Kolaka Utara tidak tahu apa-apa," kata dia.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta dengan tegas agar kasus korupsi pembangunan bandara Kolaka Utara segera disupervisi KPK guna mewujudkan proses hukum yang adil dan transparan terhadap penanganan kasus tersebut.
"Kami yakin dan percaya, jika KPK RI yang menangani kasus korupsi pembangunan bandara Kolaka Utara, pasti akan tuntas penanganannya, terutama soal keterlibatan Bupati Kolaka Utara dalam kasus tersebut," ujarnya.
Koordinator aksi, Tomi Dermawan, juga mengungkap dugaan adanya kejanggalan dalam penyidikan dugaan korupsi Bandara Kolaka Utara, di mana Bupatinya tidak tersentuh.
"Kasus korupsi pembangunan bandara ini terasa pincang jika Bupati Kolaka Utara lolos dari jerat hukum," katanya.
Pihaknya menegaskan akan terus mengawal kasus korupsi proyek pembangunan bandara Kolaka Utara sampai tuntas. "Bupati Kolaka Utara harus segera diperiksa, kami akan kawal ini sampai tuntas," pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaPemprov Sultra Ungkap Biang Kerok Jembatan Bailey di Konut Sempat Ditutup
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







