Kurir Sabu di Baubau Dapat Arahan dari Lapas Lewat HP, Ini Modusnya


Baubau - Seorang pemuda asal Kelurahan Bataraguru, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, berinisial AF (21), ditangkap jajaran Satres Narkoba Polres Baubau usai tertangkap tangan menjadi kurir sabu.
Ironisnya, AF mengaku mendapat arahan langsung dari seorang bandar narkoba yang diduga berada di dalam Lapas Kelas IIA Kendari melalui sambungan HP.
Penangkapan dilakukan pada Selasa (7/5) malam, sekitar pukul 21.08 WITA di Kelurahan Bukit Wolio Indah.
Dari tangan tersangka, polisi menyita 7 potongan pipet berisi sabu, 3 saset besar sabu, timbangan digital, serta sejumlah plastik bening kosong.
Tidak berhenti di rumah AF, polisi kemudian melakukan pengembangan. Hasilnya, ditemukan lagi 6 saset sabu dan satu unit HP yang disembunyikan tersangka di dekat Pelabuhan Feri, Kelurahan Batulo.
Total barang bukti sabu yang berhasil diamankan sebanyak 16 saset dengan berat 5,34 gram.
Kasat Narkoba Polres Baubau, Iptu Joni Arani, menjelaskan bahwa AF baru pertama kali menjadi kurir dan tergiur iming-iming upah Rp20 ribu per paket yang diedarkan menggunakan sistem tempel. Komunikasi dengan bandar dilakukan secara rutin lewat HP.
“Awalnya, tersangka mendapatkan info pekerjaan ini dari rekannya yang ternyata memiliki saudara di Lapas Kelas IIA Kendari. Mereka (tersangka dan terduga bandar) berkomunikasi lewat HP untuk memperoleh dan mengedarkan paket sabu di sejumlah titik yang telah ditentukan,” ungkap Joni dalam rilis resminya, Jumat (9/5).
Untuk menghindari pantauan polisi, sabu dikemas dalam bungkus rokok, sabun, atau diselipkan di bawah batu di sejumlah titik tempel yang telah ditentukan oleh bandar dari dalam lapas.
Kini, polisi tengah berkoordinasi dengan pihak Lapas Kelas IIA Kendari untuk membongkar jaringan utama peredaran sabu tersebut.
AF dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), subsider Pasal 112 ayat (1), subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a, UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman 6 hingga 20 tahun penjara, pidana seumur hidup, atau hukuman mati, serta denda hingga Rp13 miliar.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaBejat! TKA di PT OSS Konawe Diduga Lakukan Pelecehan Fisik ke Karyawan Perempuan
Baca Juga
4,7 Kilogram Sabu Masuk Kendari dari Medan, Dua Orang Ditangkap
Kendari – Polresta Kendari mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat 4,7 kilogram yang diduga berasal dari jaringan Medan, Sumatera Utara. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua tersangka…
BBM Masuk 3 Kali Sepekan, Warga Buton Selatan Kesulitan, Harga Eceran Rp25 Ribu
Buton Selatan – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Kompak Desa Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, milik CV AI Faroq, dikeluhkan masyarakat. Meski pasokan disebut…
Lapor Sejak 2024, Kasus Pembakaran Sarang Walet Rp200 Juta di Kendari Tak Kunjung Jelas
Kendari – Penanganan laporan dugaan pembakaran sarang burung walet milik Tasmin di Kota Kendari dipertanyakan. Hampir dua tahun sejak dilaporkan ke Polsek Poasia, perkara yang ditaksir menyebabkan kerugian…
Polisi Tangkap Pria di Kendari, Sembunyikan Hampir 1 Kg Sabu dalam Tas Hello Kitty
Kendari – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap peredaran narkotika jenis sabu di Kota Kendari. Seorang pria berinisial TS (32) ditangkap dengan barang bukti 20 paket…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…
108 Gram Sabu Disita Polres Kolaka, Sejumlah Tersangka Ternyata Residivis
Kolaka – Polres Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyita 108 gram narkotika jenis sabu dari pengungkapan enam perkara tindak pidana narkotika pada Oktober 2026. Dalam kasus tersebut, sejumlah tersangka yang…







