La Ode Safaruddin Masuk DPRD Muna Barat Lewat PAW, Ini Perolehan Suaranya di Pileg 2024


Muna Barat – La Ode Safaruddin resmi menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muna Barat melalui mekanisme Pengganti Antarwaktu (PAW), Senin (14/9/2026).
Safaruddin menggantikan La Ode Ege, anggota DPRD Muna Barat dari Partai Bulan Bintang (PBB) yang meninggal dunia pada 25 Juli 2025 di salah satu rumah sakit di Kendari.
Pelantikan Safaruddin dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Muna Barat dalam rangka pengambilan sumpah/janji PAW anggota DPRD sisa masa jabatan 2024-2029. Rapat tersebut berlangsung di Gedung DPRD Muna Barat.
Safaruddin sebelumnya merupakan calon anggota DPRD Muna Barat dari PBB pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024. Ia maju di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 dengan nomor urut 7.
Pada Pileg 2024, PBB memperoleh 1.621 suara di Dapil 2. Dari jumlah tersebut, La Ode Ege meraih 648 suara, sedangkan La Ode Safaruddin memperoleh 293 suara.
Perolehan itu menempatkan La Ode Ege sebagai calon anggota legislatif dengan suara terbanyak dari PBB sekaligus mengantarkannya memperoleh kursi DPRD Muna Barat. Safaruddin berada di posisi kedua dengan perolehan 293 suara.
Posisi tersebut kemudian menjadi dasar Safaruddin untuk mengisi kursi yang ditinggalkan La Ode Ege melalui mekanisme PAW.
“Saya bersyukur karena hari ini saya diberikan amanah untuk menjadi bagian dari DPRD Kabupaten Muna Barat. Ini bukan hanya soal mendapatkan jabatan, tetapi bagaimana saya bisa mempertanggungjawabkan amanah ini kepada masyarakat,” kata La Ode Safaruddin.
Sebelum terjun ke dunia politik, Safaruddin menjalani berbagai profesi. Ia pernah merantau ke Malaysia untuk bekerja sebelum kembali ke tanah kelahirannya dan menetap di Muna Barat.
Setelah kembali, Safaruddin sempat menjadi tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muna Barat. Ia tercatat pernah bertugas di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Safaruddin kemudian menekuni profesi jurnalistik selama sekitar delapan tahun. Sebagai jurnalis, ia aktif meliput berbagai persoalan masyarakat, pemerintahan, dan pembangunan di Muna Barat.
Berbagai persoalan yang ditemuinya selama menjalankan tugas jurnalistik selama ini ia suarakan melalui pemberitaan.
Di tengah aktivitas tersebut, Safaruddin juga menjalani kehidupan sebagai petani. Ia mengelola sejumlah lahan dan menanam berbagai komoditas, di antaranya jagung, kelapa, dan nilam.
Rangkaian pengalaman sebagai perantau, tenaga honorer, jurnalis, dan petani kini menjadi bekal Safaruddin dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD Muna Barat.
Setelah dilantik, Safaruddin tidak lagi hanya berada di luar lembaga legislatif sebagai jurnalis yang mengawasi dan memberitakan kebijakan pemerintah. Ia kini menjadi bagian dari DPRD yang menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Saya sadar waktu yang tersisa dalam masa jabatan ini tidak panjang. Karena itu, saya tidak ingin terlalu banyak berbicara tentang apa yang akan saya lakukan. Lebih baik masyarakat melihat apa yang benar-benar saya kerjakan,” katanya.
Pengalaman selama delapan tahun di dunia jurnalistik menjadi tantangan tersendiri bagi Safaruddin untuk membawa berbagai persoalan masyarakat yang selama ini ditemuinya ke dalam pembahasan kebijakan di DPRD Muna Barat.
“Saya juga membawa pengalaman sebagai orang yang pernah menjadi honorer, pernah merantau, menjadi jurnalis, dan sampai hari ini masih bertani. Jadi, saya tahu bagaimana rasanya berada di tengah masyarakat dan menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Dari dunia pers menuju parlemen, Safaruddin kini memasuki fase baru dengan tanggung jawab yang berbeda. Pengalamannya di tengah masyarakat akan diuji dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat hingga berakhirnya masa jabatan DPRD 2024-2029.
“Saya berharap keberadaan saya di DPRD bisa memberikan manfaat. Kritik tetap penting, pengawasan tetap penting, tetapi sekarang saya punya tanggung jawab yang lebih besar untuk ikut mencari solusi,” tutupnya.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaKakek dan Cucunya Hilang saat Memancing di Perairan Pulau Basa Bombana
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







