Lokasi Kejadian Direvisi, Korban Buaya Muna Barat Ternyata Diterkam di Pesisir Tondasi

Sultranesia
2 Min Baca
Lokasi Kejadian Direvisi, Korban Buaya Muna Barat Ternyata Diterkam di Pesisir Tondasi
Ilustrasi. Foto: Dok. Istimewa.

Muna Barat - Kapolsek Tiworo Tengah, IPDA Muhammad Saleh, merevisi pernyataan sebelumnya terkait lokasi serangan buaya terhadap seorang perempuan warga Muna Barat.

Setelah dilakukan pengecekan ke lapangan, peristiwa sebenarnya terjadi di pesisir Desa Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara, bukan di Desa Lasama seperti yang disebut sebelumnya.

“Awalnya kami menerima informasi dari warga secara lisan, namun setelah anggota turun langsung dan mengambil keterangan dari para saksi, lokasi kejadian sebenarnya terjadi di pesisir Tondasi,” jelas IPDA Muhammad Saleh, Minggu (20/7) sore.

Korban, Wa Sarina (55), seorang nelayan asal Desa Wanseriwu, Kecamatan Tiworo Tengah, diterkam buaya saat mencari kerang bersama keluarganya sekitar pukul 14.35 WITA. Ia mengalami luka serius di bagian perut akibat gigitan buaya.

“Korban sedang mencari kerang saat air laut surut. Sekitar pukul 14.35 WITA, korban berada di tengah anak sungai dan tiba-tiba diterkam buaya yang menggigit bagian perutnya,” ungkap IPDA Saleh.

Pihak kepolisian telah memeriksa saksi-saksi dan mendokumentasikan kejadian untuk pelaporan resmi.

“Dari hasil pemeriksaan fisik dan keterangan saksi, dapat dipastikan korban diterkam buaya di pesisir pantai Desa Tondasi,” tegasnya.

Kapolsek juga mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar pesisir dan sungai yang rawan buaya.

“Kami minta masyarakat lebih hati-hati, terutama saat beraktivitas di pesisir dan aliran sungai,” ujarnya.

Saksi mata sekaligus adik ipar korban, La Dahlan (60), menjelaskan bahwa mereka berangkat dari rumah sekitar pukul 10.20 WITA bersama dua anak korban, Anton dan Ali, menggunakan perahu menuju pesisir Tondasi.

“Saya bilang, ‘Kalian jangan menyebrang sungai kalau cari kerang, bahaya itu,’ dan mereka mengiyakan,” kata La Dahlan.

Namun sekitar pukul 14.20 WITA, korban terlihat mulai masuk lebih dalam ke aliran sungai. Lima belas menit kemudian, buaya muncul dan menerkamnya.

“Saya langsung lari bersama Anton dan Ali. Saya pegang tangannya, Ali menyelam cari kepala buaya. Tidak lama buaya melepas gigitannya,” ujar La Dahlan.

Anton (28), anak korban, juga menyaksikan langsung serangan tersebut.

“Saya tendang tapi belum lepas. Adik saya Ali datang dan pijit mata buaya itu. Baru buaya lepaskan gigitan,” ungkapnya.

Ali (25) menambahkan, ia menyelam dan menekan kedua mata buaya hingga akhirnya predator tersebut melepas gigitan dan pergi.

Korban kemudian dievakuasi ke perahu dan dibawa ke Pelabuhan Tondasi sebelum dilarikan ke RSUD Muna Barat. Saat ini, korban tengah menjalani operasi akibat luka serius yang dideritanya.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaBuaya Terkam Nenek Pencari Kerang di Muna Barat, Korban Luka Serius
Bagikan:

Baca Juga