Mahasiswa Apoteker UHO Edukasi Bahaya Kosmetik Ilegal di SMAN 12 Kendari


Kendari - Kosmetik ilegal yang marak beredar di media sosial menjadi sorotan serius mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Universitas Halu Oleo (UHO). Dalam kegiatan edukatif di SMAN 12 Kendari, Jumat (23/5), mereka membeberkan dampak mematikan produk kecantikan ilegal yang kerap dikonsumsi remaja tanpa sadar.
Lewat tajuk “Edukasi Pemilihan dan Penggunaan Kosmetik yang Aman pada Kalangan Remaja”, lima mahasiswa PKPA UHO turun langsung memberikan pemahaman soal risiko kosmetik tanpa izin edar. Mereka menyasar pelajar karena dinilai menjadi kelompok paling rentan terhadap pengaruh iklan media sosial dan tren kecantikan instan.
“Kosmetik ilegal sering dijual oleh influencer tanpa edukasi. Banyak yang mengandung merkuri, pewarna tekstil, dan zat racikan berbahaya,” tegas Nining, salah satu pemateri.
Mahasiswa tidak hanya memaparkan teori. Lewat praktik langsung, para siswa diajak memindai nomor BPOM di kemasan produk kosmetik menggunakan ponsel mereka. Respon siswa pun cukup antusias.
“Saya baru tahu ternyata bisa cek izin edar sendiri. Dulu saya cuma ikut-ikutan tren dan lihat review selebgram,” ujar Afifah Aurelya, peserta kegiatan.
Sementara itu, Feny Eka Sawitri, narasumber lainnya, mengingatkan bahwa banyak kosmetik ilegal tak mencantumkan komposisi bahan, tanggal kedaluwarsa, bahkan nama produsen.
“Ini bukan sekadar edukasi. Kami ingin membangun kesadaran kritis sejak dini. Mereka harus jadi agen informasi bagi teman dan keluarganya,” ujar Feny.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga membagikan leaflet berisi daftar bahan berbahaya dan barcode untuk akses cepat ke situs resmi BPOM.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) oleh lima mahasiswa Apoteker UHO: Feny Eka Sawitri, Kris Andriani, Nining, Rismawati, dan Riska Damayanti Putri.
Mereka berharap, gerakan edukatif ini bisa digelar lebih luas ke sekolah-sekolah lain demi membendung peredaran kosmetik ilegal di kalangan remaja.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaIni Profil Singkat Profesor Armid dan Jadwal Pelantikannya Sebagai Rektor UHO
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







