Pemeliharaan Sistem Baubau Picu Pengaturan Beban, Ribuan Pelanggan PLN Raha Terdampak

Sultranesia
2 Min Baca
Pemeliharaan Sistem Baubau Picu Pengaturan Beban, Ribuan Pelanggan PLN Raha Terdampak
Ilustrasi lampu listrik. Foto: Dok. Istimewa.

Muna – Pengaturan beban listrik yang dilakukan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, berdampak terhadap sekitar 2.000 hingga 3.000 pelanggan.

Kepala PLN ULP Raha, Nur Hasan, mengatakan pengaturan beban mulai diberlakukan sejak 8 September 2026. Kebijakan tersebut dilakukan karena adanya pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan pada sejumlah fasilitas Sistem Baubau.

“Untuk pengaturan beban yang sedang berlangsung sehubungan dengan kegiatan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan pada beberapa fasilitas Sistem Baubau,” kata Nur Hasan saat diwawancarai, Kamis (10/9).

Ia menjelaskan, sistem kelistrikan Pulau Buton dan Muna kini telah terintegrasi dalam satu sistem, termasuk ULP Raha. Dalam sistem tersebut, total daya mampu pasok mencapai sekitar 58 megawatt (MW), sedangkan beban berada pada kisaran 40 hingga 54 MW.

“Untuk pulau Buton dan Muna sistem kelistrikannya sudah gabung menjadi satu sistem. Termasuk ULP Raha didalamnya,” ujarnya.

“Secara total daya mampu pasok sekitar 58 MW, untuk beban diangka 40 s.d 54 MW,” lanjutnya.

Nur Hasan menegaskan pengaturan beban tersebut hanya bersifat sementara. PLN berupaya mempercepat pemulihan kondisi kelistrikan agar pasokan kembali normal.

“Untuk Pengaturan beban saat ini bersifat sementara saja,” katanya.

“Kami mengupayakan agar kondisi kelistrikan dapat kembali normal secepatnya dan dampak kepada pelanggan dapat diminimalkan,” sambungnya.

Terkait jumlah pelanggan terdampak, Nur Hasan menyebut angkanya berada di kisaran 2.000 hingga 3.000 pelanggan. Namun, jumlah tersebut tidak tetap karena lokasi pengaturan beban berubah setiap malam.

“Untuk ULP Raha pelanggan yang terdampak sekitar 2 s.d 3 rb pelanggan,” ungkapnya.

“Karena setiap malam berbeda lokasi pengaturan bebannya,” jelas Nur Hasan.

“Jadi pelanggan yang terdampak berbeda jumlahnya,” tambahnya.

Sebelumnya, PLN ULP Raha menyampaikan pengaturan beban dilakukan dengan pola satu lokasi mendapat jadwal setiap dua hingga tiga hari sekali, dengan durasi maksimal empat jam.

Di tengah kondisi tersebut, PLN mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan listrik, terutama pada periode beban puncak.

“Dalam kondisi pengaturan mohon lebih bijak dalam penggunaan/pemanfaatan listrik, terutama di waktu beban puncak di pukul 17.00 s.s 21.00,” ujar Nur Hasan.

PLN juga meminta masyarakat mengikuti informasi terbaru mengenai pengaturan beban melalui kanal resmi PLN.

“Kami juga menghimbau untuk mengikuti informasi terkait pengaturan beban melalui kanal resmi PLN,” katanya.

PLN ULP Raha turut menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pengaturan beban berlangsung.


Editor: Denyi Risman

Berita BerikutnyaAgar Tepat Sasaran, Jaelani Minta Data Penerima Bantuan Pangan di Sultra Dibenahi
Bagikan:

Baca Juga