Penambangan Ilegal di Eks PT Mining Maju Terstruktur Sistematis dan Masif


Penambangan ilegal di eks IUP PT Mining Maju yang terletak di Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif.
Hal itu disampaikan Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara, Hendro Nilopo.
"Ini sudah berapa kali kami soroti, tetapi ternyata belum juga ada penertiban dari penegak hukum, dalam hal ini Polda Sultra. Justru kegiatan di lokasi semakin terstruktur, sistematis dan masif dilakukan," kata Hendro, Jumat (8/7).
Menurut penelusuran pihaknya di lokasi, ada puluhan kontraktor yang tengah menambang di lahan eks IUP PT Mining Maju di Desa Sulaho. Padahal sangat jelas bahwa lokasi itu ilegal untuk ditambang.
"Ada sekitar 50 orang yang sedang menambang di lahan itu, bahkan sudah keluar puluhan tongkang nikel hasil dari penambangan di sana," ungkapnya.
Selain di Desa Sulaho, ada juga penambang yang beraktivitas di Desa Puncak Monapa, Kecamatan Lasusua, dan sejauh ini sudah 16 tongkang yang keluar menggunakan jetty milik PT TDS.
"Ini parah, sayang sekali jika penegak hukum tidak segera melakukan penertiban, sebab menurut kami sudah terlalu banyak kerugian negara yang ditimbulkan akibat aktivitas ilegal di Eks IUP PT Mining Maju ini," ujarnya.
Hendro juga menyoroti Syahbandar Kolaka yang terkesan melakukan pembiaran terhadap penggunaan jetty PT TDS yang diduga belum memiliki izin operasional dari Kementerian Perhubungan RI.
"Keluarnya kapal-kapal tongkang pengangkut nikel yang menggunakan jetty PT TDS tidak terlepas dari adanya keterlibatan Syahbandar Kolaka. Sebab setau kami jetty PT TDS belum ada izin operasional, tapi kok bisa Syahbandar menerbitkan Surat Izin Berlayar," katanya.
Itulah sebabnya, Hendro mengatakan penambangan ilegal di Eks PT Mining Maju dilakukan secara terstruktur dari atas sampai bawah, sistematis, dan masif.
"Mereka (penambang ilegal di PT Mining Maju) melakukan aktivitas ilegal tanpa ada penindakan dari aparat, mereka juga menggunakan jetty ilegal, tetapi diterbitkan SIB-nya. Ini kan terstruktur, sistematis, dan masif, kan" pungkasnya.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaPT GKP Serahkan 10 Ekor Sapi Kurban ke Masyarakat Lingkar Tambang
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







