Penyeberangan Feri Tondasi–Torobulu Disetop Sementara Mulai 22 April, Ini Alasannya


Kendari - Penyeberangan lintas Tondasi–Torobulu akan dihentikan sementara mulai 22 April 2025. Penyebabnya, satu-satunya kapal yang melayani rute tersebut, KMP Pulau Rubiah, dijadwalkan menjalani docking tahunan di galangan kapal.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Baubau, Jamaluddin, mengonfirmasi bahwa selama proses perawatan berlangsung, tidak akan ada kapal pengganti yang melayani rute tersebut.
“Karena ini kapal subsidi, maka sesuai kontrak tidak ada pengganti. Kalau komersil masih bisa dicari pengganti, tapi untuk kapal bersubsidi seperti Pulau Rubiah, pengoperasiannya eksklusif satu kapal,” ujar Jamaluddin saat diwawancarai Sultranesia.com melalui sambungan telepon, Minggu (20/4).
Docking, menurutnya, bukanlah pilihan, melainkan kewajiban rutin yang harus dipenuhi seluruh kapal penumpang setiap tahun. Tanpa proses ini, kapal tidak bisa memperoleh sertifikat laik laut dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), sehingga tidak dapat kembali beroperasi.
“Ini semacam general check-up kapal. Harus dicek keselamatannya, diperbaiki bila perlu, dan diverifikasi ulang. Tidak bisa ditawar. Ini aturan keselamatan pelayaran,” tegasnya.
Meski kontrak perawatan di galangan kapal ditargetkan rampung dalam 15 hari, Jamaluddin mengakui prosesnya bisa lebih lama jika ditemukan kerusakan tambahan selama inspeksi.
“Kami berkontrak 15 hari, tapi kalau saat proses ditemukan kerusakan lain yang harus diperbaiki, tentu waktunya bisa bertambah. Itu sudah sering terjadi,” ungkapnya.
Absennya kapal penyeberangan ini tentu akan mengganggu aktivitas warga yang mengandalkan rute laut Tondasi–Torobulu dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pihak ASDP meminta masyarakat untuk memaklumi keputusan ini demi keselamatan bersama.
“Tidak perlu khawatir. Setelah docking selesai dan kapal dinyatakan laik laut oleh lembaga berwenang, KMP Pulau Rubiah akan langsung kembali beroperasi,” tutupnya.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPintu Dirusak, Rumah Diacak-acak: Maling Gasak Motor dan Peralatan Dapur di Kendari
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







