Perkelahian Viral di Pasar Masalili Berakhir Damai Usai Dimediasi Polisi


Muna - Sebuah perkelahian yang merebut perhatian publik di media sosial akhirnya menemukan titik terang setelah intervensi pihak kepolisian. Insiden ini terjadi pada Jumat, 12 Juli 2024 di Pasar Tradisional Desa Masalili, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, dan langsung viral setelah direkam dan diunggah ke Facebook.
Kapolsek Kontunaga IPDA La Ode Musyair menjelaskan bahwa perkelahian tersebut berawal dari perselisihan pribadi yang sudah lama mendidih.
WI dan WP, dua wanita yang terlibat, awalnya bertengkar di kebun mereka yang berdekatan sebelum konflik tersebut memuncak di pasar.
Wi marah setelah merasa dilempar oleh WP di kebun, dan emosi tersebut membawanya ke pasar untuk menyelesaikan perselisihan secara fisik.
Ketika keduanya bertemu di pasar, WI yang sudah terbakar amarah langsung memulai perkelahian dengan memukul WP.
WP, yang merasa diejek dan dipukul, membalas serangan tersebut, yang kemudian menarik perhatian para pengunjung pasar. Video perkelahian ini, direkam oleh seorang warga dan diunggah ke media sosial, memperlihatkan kekacauan yang terjadi di pasar yang biasanya tenang tersebut.
Menurut Musyair, penyebab utama perkelahian ini adalah masalah pribadi yang melibatkan LO, suami sah WI.
LO pernah berjanji menikahi WP dan membayar adat, tetapi batal karena mendengar WP memiliki pasangan lain. Ketidakharmonisan ini menyebabkan WP sering mengunjungi rumah LO, membuat WI merasa terganggu.
Setelah video tersebut viral, pihak kepolisian bergerak cepat. Pada 22 Juli 2024, mereka berhasil menghubungi kedua belah pihak dan melakukan mediasi. Musyair mengatakan bahwa melalui pendekatan yang bijaksana dan penuh pengertian, polisi berhasil menyarankan kedua wanita untuk berdamai.
“Kami mendorong mereka untuk menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin, mengingat usia dan hubungan kekerabatan mereka,” ujarnya, Selasa (23/7).
Kedua wanita akhirnya sepakat untuk saling memaafkan dan melupakan kejadian tersebut. Mereka saling berjabat tangan sebagai simbol perdamaian.
Namun, Musyair menegaskan bahwa apabila konflik ini kembali terjadi di masa depan, pihak-pihak yang terlibat bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku.
Keberhasilan mediasi ini menunjukkan pentingnya penyelesaian sengketa secara damai dan bijaksana, serta mengingatkan kita akan dampak negatif dari konflik yang terpublikasi secara luas.
Laporan: Denyi Risman
Berita BerikutnyaKades Se-Muna Barat Resmi Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







