Pria di Konawe Tewas Tertimpa Pohon Jati di dalam Hutan pada Jumat Malam


Konawe - Suasana mencekam terjadi di Desa Panggulawu, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (7/8) malam. Seorang pria tewas diduga tertimpa pohon jati berukuran besar saat beraktivitas di dalam kawasan hutan.
Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 19.00 Wita saat ejumlah warga yang sedang memuat pasir di sekitar lokasi dikejutkan oleh suara tangisan dari dalam kegelapan hutan jati.
Saksi mata di lokasi, F (29), mengaku sempat merasa takut untuk mencari sumber suara tersebut lantaran kondisi hutan sudah gelap gulita.
"Kami lagi rapihkan papan roda mobil pasir, tiba-tiba teman bilang ada suara orang menangis dari dalam hutan jati sekitar jam 7 malam. Kami sempat takut," kata F saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8).
Karena penasaran sekaligus khawatir terjadi sesuatu, F bersama kerabatnya kemudian memutuskan mengecek sumber suara menggunakan sepeda motor.
Sesampainya di lokasi, mereka mendapati seorang remaja laki-laki menangis histeris di samping ayahnya yang sudah tidak bergerak setelah tertindih batang pohon jati berukuran besar.
Warga pun langsung berupaya mengevakuasi korban. Namun, proses evakuasi berlangsung menegangkan karena kondisi lokasi yang gelap dan minim penerangan. Warga hanya mengandalkan cahaya dari telepon genggam.
"Kami bertiga berusaha angkat pohon itu tapi tidak sanggup. Akhirnya kami potong kayu untuk mencongkel batang pohon jati tersebut. Setelah terangkat sedikit, kami suruh anaknya langsung menarik tubuh bapaknya keluar," tambah F.
Dalam rekaman video yang diterima media ini, terlihat kepanikan warga saat berusaha mengeluarkan korban dari bawah batang pohon. Mereka berpacu dengan waktu untuk memberikan pertolongan.
Namun, upaya tersebut berakhir tragis. Setelah berhasil dievakuasi dari dalam hutan, kondisi korban dilaporkan sudah kaku dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Jasad korban kemudian dibawa ke masjid terdekat sambil menunggu kedatangan pihak keluarga dan ambulans untuk penanganan lebih lanjut.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaBantuan Pemda Tak Kunjung Turun, 16 Mahasiswa Papua Terusir dari Kontrakan di Kendari
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







