Puluhan Rumah Tak Layak Huni di Kendari Akan Direhabilitasi Tahun 2025, Ini Lokasinya


Kendari - Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) menetapkan tahun 2025 sebagai tahun percepatan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).
Setidaknya 20 unit RTLH akan diperbaiki, dan 18 unit rumah baru dibangun bagi warga terdampak kebakaran.
Kepala Disperkimtan Kendari, Satria Damayanti, menyebutkan saat ini terdapat 28 titik kawasan kumuh dengan luas total 556 hektare yang tersebar di berbagai wilayah.
Beberapa di antaranya telah ditangani tahun 2024, seperti di Kelurahan Puday, Kecamatan Abeli.
“Saat ini terdapat 28 titik kawasan kumuh dengan luas total mencapai 556 hektare,” ujar Satria Damayanti, Selasa (22/7).
Penanganan tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari program berkelanjutan pemerintah dalam memperbaiki kondisi permukiman yang belum layak.
“Penataan itu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperbaiki kondisi permukiman yang belum layak huni,” kata Satria.
Untuk mendukung program tahun 2025, Disperkimtan mengalokasikan Rp400 juta untuk rehabilitasi 20 unit RTLH. Selain itu, Rp240 juta disiapkan untuk memperbaiki 12 rumah yang rusak akibat bencana.
“Kami juga berencana membangun 18 unit rumah baru bagi korban kebakaran di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPAS) Puuwatu,” tandasnya.
Penataan juga menyasar wilayah kepulauan. Salah satunya di Pulau Pandan, Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, yang ditinjau langsung bersama Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PUPR.
“Rencana penataan di Pulau Pandan mencakup pembangunan ruang terbuka hijau (RTH), peningkatan akses jalan, serta perbaikan sistem sanitasi dan drainase,” tutupnya.
Seluruh program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman sekaligus mendorong kesejahteraan warga yang tinggal di kawasan kumuh.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaKapolda Sultra Sidak Beras: Tak Ada Oplosan, Tapi Ini Temuannya
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







