Santri Bongkar Dugaan Rekayasa Isu Pelecehan di Ponpes Muna Barat


Muna Barat - Tuduhan pelecehan seksual yang sempat mengguncang Pondok Pesantren Darul Mukhlasin As Saniy, Desa Kasakamu, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, mulai terbantahkan.
Lima santri perempuan mendatangi Polres Muna pada Rabu (28/5) untuk membantah tudingan tersebut sekaligus melaporkan dugaan pencemaran nama baik.
Salah satu santri, RS (15), secara resmi mengajukan aduan. Empat lainnya hadir sebagai saksi.
Mereka menyebut seorang perempuan berinisial SRN sebagai penyebar awal isu pelecehan yang mereka sebut sebagai fitnah.
“Kami tidak pernah menjadi korban. Tuduhan ini bohong. Nama baik saya, teman-teman, dan pesantren sudah rusak karenanya,” tegas RS kepada wartawan, Kamis (29/5).
Menurut mereka, isu tersebut mulai beredar sejak Februari 2025.
Awalnya dianggap sekadar gosip, namun berubah menjadi ancaman serius setelah Kementerian Agama Kabupaten Muna Barat melakukan kunjungan klarifikasi pada 8 Mei lalu.
Dugaan rekayasa isu makin kuat setelah RS mengungkap adanya intervensi dari pihak luar.
Seorang pria berinisial LH, yang mengaku ustaz dari Magelang, diduga menghubungi santri melalui WhatsApp dan membujuk agar bersedia mengaku sebagai korban dan bersedia pindah ke pesantren lain.
“Dia bilang, ‘Jangan mondok di situ lagi. Nanti saya carikan pondok yang lebih baik.’ Kami merasa ditekan,” ungkap RS.
Pimpinan pondok, Muhammad Jamaludin, membenarkan adanya upaya serupa terhadap salah satu ustazah di pesantrennya.
Dalam komunikasi yang diterima, LH bahkan mengklaim sebagai pihak yang menyebarkan isu pelecehan ke masyarakat Desa Kasakamu.
“Dia terang-terangan bilang bahwa semua warga tahu karena dia sendiri yang menyampaikan. Dia mengaku mendapat informasi dari SRN, yang katanya korban,” ujar Jamaludin.
Ironisnya, hingga kini SRN belum pernah muncul di hadapan publik maupun melapor secara resmi ke kepolisian. Justru sebaliknya, namanya kini diadukan ke Polres Muna oleh pihak yang merasa difitnah.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPT. SCM Dikecam! Janji Bangun Smelter di Konawe, Nyatanya Sibuk Jual Ore ke Morowali
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







