Setiap Penduduk Baubau Butuh 7,26 Kg Beras Sebulan, Ini Respons Bulog


Baubau - Tingginya kebutuhan konsumsi beras di Kota Baubau menjadi tantangan tersendiri bagi Perum Bulog setempat. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan laporan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Baubau, rata-rata konsumsi beras per kapita mencapai 7,26 kilogram per bulan.
Dengan jumlah penduduk sekitar 165.000 jiwa, maka total kebutuhan rumah tangga diperkirakan menembus 1.205 ton per bulan.
Angka itu belum termasuk kebutuhan dari sektor rumah makan dan perhotelan yang diperkirakan menyerap tambahan 300 ton.
Secara keseluruhan, Kota Baubau membutuhkan sekitar 1.500 ton beras setiap bulan.
Merespons hal tersebut, Bulog Subdivre Baubau kembali menyerap gabah petani lokal sebanyak 30 ton pada musim panen kali ini.
Gabah tersebut kemudian dikonversi menjadi 15 ton beras kualitas medium dan langsung dimasukkan ke dalam Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD).
Kepala Bulog Subdivre Baubau, Muthain Muhammadong, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi menjaga kestabilan harga di tingkat petani dan memperkuat stok pangan lokal.
“Kami terus berkolaborasi dengan petani lokal. Setiap musim panen, Bulog akan membeli gabah mereka dengan harga Rp 6.500 per kilogram,” ujarnya, Senin (21/7).
Selain menyerap gabah, Bulog juga aktif menyalurkan beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga jual di gudang sebesar Rp 11.000 per kilogram.
Namun, Muthain mengakui bahwa kapasitas produksi petani lokal masih jauh dari cukup untuk memenuhi total kebutuhan masyarakat.
“Beras dari petani lokal saat ini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat Kota Baubau,” jelasnya.
Karena itu, Bulog masih harus mendatangkan beras tambahan dari wilayah lain di Sulawesi Tenggara, salah satunya dari Kabupaten Konawe, untuk menutup defisit pasokan dan menjamin ketahanan pangan di daerah.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaTim Polwan Polda Sultra Sabet Juara 3 Nasional di Kapolri Cup 2025
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







