Sikat Tabung Gas hingga Genset, Maling Dapur MBG di Kendari Akhirnya Diciduk


Kendari – Niat mencari keuntungan instan membawa petaka bagi pria berinisial Y. Ia nekat menguras isi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, yang merupakan fasilitas pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi nekat Y berakhir setelah Tim Reaksi Cepat (TRC) Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari meringkusnya di Kelurahan Watu-watu, Selasa (2/6/2026) dini hari.
Penangkapan ini menjadi penutup pelarian pelaku setelah aksinya dilaporkan oleh pihak pengelola SPPG pada 19 Mei lalu.
Dalam melancarkan aksinya, Y bertindak sangat sistematis. Ia tidak hanya mengambil satu atau dua barang, melainkan menguras seluruh peralatan masak dan logistik dapur yang vital bagi pelayanan gizi masyarakat.
Demi menyamarkan jejak, Y berusaha membuang empat unit kamera pengawas (CCTV) di kawasan Kendari Beach agar aksinya tidak terekam. Namun, upaya tersebut sia-sia karena penyelidikan polisi berhasil mengendus keberadaannya.
Barang-barang hasil curian tersebut pun ia jual secara eceran ke berbagai titik di Kota Kendari seperti 8 kuali besar dijual ke penimbang besi di Kecamatan Kadia seharga Rp300 ribu.
Lalu 10 tabung gas 13kg dijual ke pangkalan gas di Kelurahan Wowawanggu seharga Rp200 ribu per tabung, 1 unit henset dijual di kawasan pelelangan ikan Sodohoa seharga Rp2 juta.
Kemudian sejumlah barang elektronik seperti kopas angin dan blender dijual ke tetangga pelaku sendiri di Kelurahan Watu-watu.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh barang bukti yang berhasil ditemukan kini telah diamankan sebagai bagian dari proses penyidikan.
"Pelaku telah kami amankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Kendari. Kami juga masih mendalami apakah ada barang bukti lain yang belum ditemukan atau lokasi penjualan lainnya," ujar Welliwanto, Selasa (2/6/2026).
Akibat perbuatannya, Y kini harus mendekam di balik jeruji besi. Ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menghambat pelayanan program pemenuhan gizi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPamit Cari Tali Resam, Petani di Konsel Hilang Misterius
Baca Juga
4,7 Kilogram Sabu Masuk Kendari dari Medan, Dua Orang Ditangkap
Kendari – Polresta Kendari mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat 4,7 kilogram yang diduga berasal dari jaringan Medan, Sumatera Utara. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua tersangka…
BBM Masuk 3 Kali Sepekan, Warga Buton Selatan Kesulitan, Harga Eceran Rp25 Ribu
Buton Selatan – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Kompak Desa Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, milik CV AI Faroq, dikeluhkan masyarakat. Meski pasokan disebut…
Lapor Sejak 2024, Kasus Pembakaran Sarang Walet Rp200 Juta di Kendari Tak Kunjung Jelas
Kendari – Penanganan laporan dugaan pembakaran sarang burung walet milik Tasmin di Kota Kendari dipertanyakan. Hampir dua tahun sejak dilaporkan ke Polsek Poasia, perkara yang ditaksir menyebabkan kerugian…
Polisi Tangkap Pria di Kendari, Sembunyikan Hampir 1 Kg Sabu dalam Tas Hello Kitty
Kendari – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap peredaran narkotika jenis sabu di Kota Kendari. Seorang pria berinisial TS (32) ditangkap dengan barang bukti 20 paket…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…
108 Gram Sabu Disita Polres Kolaka, Sejumlah Tersangka Ternyata Residivis
Kolaka – Polres Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyita 108 gram narkotika jenis sabu dari pengungkapan enam perkara tindak pidana narkotika pada Oktober 2026. Dalam kasus tersebut, sejumlah tersangka yang…







