Skandal Kosmetik Saraskin Terkuak di Kendari, 16.190 Barang Bukti Ditemukan


Kendari - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari telah menerima pelimpahan Tahap II perkara kosmetik merek Saraskin, yang diduga mengandung bahan berbahaya, dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Kendari, Aguslan, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (11/7).
“Kemarin dilakukan Tahap II pada Kamis (10/7) dan sudah dilakukan pelimpahan ke Pengadilan Negeri Kendari. Jadi, sekarang ini Kejari Kendari sedang menunggu penetapan jadwal persidangan untuk tersangka berinisial NS,” ungkapnya.
Aguslan menjelaskan, tersangka merupakan seorang perempuan berinisial NS dengan status sebagai tahanan kota. Dalam berkas perkara, NS tercatat sebagai pemilik dari ribuan produk krim tersebut.
“Kemungkinan minggu depan sudah masuk jadwal sidang pertama, bisa jadi satu minggu atau minggu berikutnya,” jelasnya.
Ia juga membeberkan jumlah barang bukti dalam perkara tersebut, yakni tiga jenis produk kosmetik merek Saraskin, dengan total mencapai 16.190 pieces.
“Inilah tiga jenis barang buktinya, dengan total 16.190 pieces. Dan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium BPOM Kendari, terbukti mengandung bahan berbahaya,” bebernya.
Rincian barang bukti tersebut antara lain Saraskin Day Skin Protection 12,5 gram sebanyak 4.250 pieces, Saraskin Night Cream Retinol Booster 12,5 gram sebanyak 9.875 pieces, dan Saraskin Pretenium Booster Body Scrub 250 ml sebanyak 2.065 pieces.
Atas perbuatannya, tersangka NS dijerat Pasal 435 Undang-Undang (UU) No. 17 Tahun 2023 jo. Pasal 138 ayat (2) UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
“Adapun ancaman hukumannya, yakni 12 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar,” pungkas Aguslan.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPolisi Masuk Sekolah! Polda Sultra Cegah Bullying Sejak Dini di SDN 86 Kendari
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







