Stok Langka, Harga Gila di Baubau: Ini Temuan Tim TPID dan Bulog di Lapangan

Sultranesia
1 Min Baca
Stok Langka, Harga Gila di Baubau: Ini Temuan Tim TPID dan Bulog di Lapangan
Tim TPID Kota Baubau bersama Satgas Pangan dan Perum Bulog saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Wameo, Rabu (23/7). Foto: Dok. Istimewa.

Baubau - Lonjakan harga dan kelangkaan sejumlah bahan pokok di Kota Baubau mendorong aksi cepat Satgas Pangan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dan Perum Bulog.

Tim gabungan ini melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan gudang distribusi pada Rabu (23/7).

Sidak dimulai dari Pasar Wameo, pasar terbesar di Baubau. Di sana, tim menemukan lonjakan harga pada cabai, tomat, bawang merah, hingga ikan.

Harga beras premium tercatat menembus Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram, sementara beras medium menyentuh angka Rp15.000. Minyak goreng subsidi merek Minyak Kita juga dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kami juga melihat langsung beberapa komoditi seperti tomat dan bawang merah yang turut menyumbang tingginya inflasi. Ini perlu menjadi perhatian serius,” ujar Plt Asisten II Setda Kota Baubau, Muh. Abduh.

Pantauan berlanjut ke kawasan Jembatan Batu, salah satu titik distribusi beras di Baubau.

Di lokasi ini, stok beras mulai menipis dan harga terus naik. Di pusat perbelanjaan modern Lippo Plaza, tim juga memeriksa stabilitas harga bahan pokok di sektor ritel.

“Pedagang nakal ada beberapa kita temukan. Kita akan laporkan kepada pimpinan dan segera lakukan rapat koordinasi untuk menindak mereka. Kita perlu melakukan tindakan tegas agar harga bisa dikendalikan dan inflasi bisa ditekan,” tegas Muh. Abduh.

Sementara itu, Kepala Bulog Baubau, Muthain, menyoroti praktik penjualan minyak goreng subsidi yang melebihi HET.

Ia mendesak agar pemerintah daerah dan TPID segera mengambil tindakan hukum terhadap pelanggar.

“Kami dari Bulog berharap agar ditindaki oknum yang menjual minyak subsidi di atas HET,” harapnya.

Sebagai upaya jangka pendek, Bulog segera menggelontorkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke pasar guna menstabilkan harga dan menjaga daya beli masyarakat.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaPolri Didesak Lebih Presisi, Ini Peringatan Tegas Kapolda Sultra ke Kapolres
Bagikan:

Baca Juga