Super Air Jet Diupayakan Terbang Lagi ke Baubau Oktober, Wings Air Tetap Layani Penerbangan Pagi

Sultranesia
2 Min Baca
Super Air Jet Diupayakan Terbang Lagi ke Baubau Oktober, Wings Air Tetap Layani Penerbangan Pagi
Pesawat Airbus A320 milik Super Air Jet. Foto: Dok. Planespotters.net.

Baubau – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau terus mendorong pemulihan konektivitas udara di wilayah Kepulauan Buton.

Salah satu yang diupayakan adalah kembalinya penerbangan Super Air Jet rute Makassar–Baubau yang ditargetkan dapat beroperasi kembali pada Oktober 2026.

Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan Wali Kota Baubau Yusran Fahim, bersama Direktur Utama Super Air Jet Ari Azhari, Rabu (16/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Baubau juga membahas keberlanjutan penerbangan Wings Air serta skema kolaborasi antar-daerah untuk mendukung akses transportasi udara masyarakat di kawasan Kepulauan Buton.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Baubau, Dahrul Dahlan, mengatakan pihak Super Air Jet akan mengupayakan agar penerbangan pulang-pergi (PP) rute Makassar–Baubau dapat kembali beroperasi secepatnya.

“Hasil pertemuan dengan Direktur Utama Super Air Jet, Pak Ari Azhari, menyepakati beberapa hal utama. Pertama, pihak Super Air Jet akan tetap mengupayakan secepat mungkin, diupayakan pada bulan Oktober ini penerbangan pulang-pergi (PP) rute Makassar–Baubau sudah bisa beroperasi kembali,” ujar Dahrul Dahlan.

Pemkot Baubau tidak hanya mendorong kembalinya Super Air Jet. Keberadaan Wings Air juga tetap menjadi perhatian karena berkaitan dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan penerbangan pada pagi hari.

Menurut Dahrul, jika Super Air Jet kembali beroperasi, penerbangan Wings Air juga tetap dipertahankan dengan jadwal satu kali penerbangan pada pagi hari.

“Kedua, dengan beroperasinya Super Air Jet, dipastikan pesawat Wings Air juga tetap masuk dengan jadwal penerbangan satu kali di pagi hari. Hal ini untuk membantu masyarakat yang perlu berangkat pagi agar dapat terhubung (connecting) dengan jadwal penerbangan berikutnya di Makassar,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, masyarakat di Baubau dan wilayah Kepulauan Buton diharapkan memiliki lebih banyak pilihan waktu penerbangan, termasuk untuk mengejar penerbangan lanjutan dari Makassar.

Untuk menjaga keberlanjutan layanan penerbangan, Pemkot Baubau juga mendorong pola kerja sama lintas daerah.

Skema tersebut melibatkan pemerintah daerah yang berada dalam cakupan layanan penerbangan dan kawasan Kepulauan Buton, yakni Kota Baubau, Kabupaten Buton Tengah, Buton Selatan, Buton, dan Buton Utara.

Dahrul mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung keberlangsungan layanan penerbangan sekaligus meringankan akses masyarakat terhadap transportasi udara.

“Model skema yang dikerjasamakan ini melibatkan kolaborasi dengan kabupaten/kota sekitar, yaitu Kota Baubau, Buton Tengah, Buton Selatan, Kabupaten Buton, dan Buton Utara. Kita berharap melalui anggaran dan kerja sama yang sifatnya kolaboratif ini dapat meringankan akses masyarakat yang memanfaatkan transportasi udara penerbangan Makassar–Baubau,” pungkas Dahrul Dahlan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkot Baubau memperkuat konektivitas udara di kawasan Kepulauan Buton.

Kembalinya Super Air Jet serta keberlanjutan penerbangan Wings Air diharapkan dapat memberikan pilihan mobilitas yang lebih baik bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan konektivitas antardaerah melalui Bandara Betoambari Baubau.


Editor: Andise SL

Berita BerikutnyaGagal Panen Akibat Kekeringan, Petani di Konawe Jadikan Tanaman Padi sebagai Pakan Sapi
Bagikan:

Baca Juga